1.335 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, 123 Positif Covid-19

Ilustrasi ibu hamil. (Agus Wahyudi/Jawa Pos)
Ilustrasi ibu hamil. (Agus Wahyudi/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id − Cara ampuh untuk mempercepat penanganan virus korona adalah dengan tes swab. Pemkot kini gencar melakukan uji usap itu. Tidak hanya diperuntukkan bagi guru, pemeriksaan kesehatan tersebut juga menyasar ibu hamil.

Perempuan hamil rentan terinfeksi beberapa virus. Termasuk penyakit yang menyerang pernapasan. Hal itu dipicu adanya perubahan pada bentuk tubuh serta sistem imunitas. Nah, langkah pemkot menggelar uji usap bagi ibu hamil dinilai tepat. Itu merupakan preventif untuk melindungi ibu dan bayi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Linmas Irvan Widyanto menyampaikan, setiap hari pemkot mengecek kesehatan ibu hamil. Mereka mengikuti tes swab. ”Bergiliran setiap kecamatan,” jelasnya.

Pemkot memberdayakan bidan kelurahan dan puskesmas. Setiap hari petugas kesehatan itu melaporkan jumlah ibu hamil yang harus diperiksa. Dari data tersebut, pemkot mengadakan uji usap. Lokasi uji usap itu terpisah dari tes swab para guru. Tes dilakukan di Gelora Pancasila. Pemeriksaan guru berlokasi di Labkesda, Jalan Gayungsari Barat. Pemisahan itu bertujuan untuk melindungi keduanya.

Hingga saat ini, sudah ada 1.335 ibu hamil yang menjalani uji usap. Pemkot sudah mendapatkan hasil pengujian sebanyak 1.094. Hasilnya, 123 ibu hamil positif mengidap korona. Sebanyak 971 ibu hamil dinyatakan sehat.

Menurut Irvan, pemkot langsung memberikan penanganan bagi yang terpapar korona. Perawatan dilakukan dengan intensif. ”Ini bentuk kepedulian pemkot kepada warga,” jelasnya.

Bagi yang terpapar tetapi kondisi tubuhnya fit, mereka ditempatkan di asrama haji. Lain halnya dengan ibu hamil yang memiliki penyakit komorbid. Pemkot memberikan penanganan ekstra. Yaitu, ditempatkan di rumah sakit rujukan penanganan korona. Namun, ruang perawatan itu dipisahkan dengan pasien lain.

Hasilnya, setelah mendapatkan perawatan total, tidak sedikit yang pasien yang sembuh. Mereka sudah bisa kembali pulang. Berkumpul dengan keluarga.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menjelaskan, dari 123 pasien, yang sudah sembuh mencapai 90 ibu hamil. Yang masih menjalani perawatan 33 orang.

Pemkot terus memonitor ibu hamil yang sembuh hingga proses melahirkan. Febri, sapaan akrabnya, berharap kelahiran anak berjalan lancar. ”Anak yang dilahirkan juga sehat,” tuturnya.

Pemkot meminta seluruh ibu hamil tidak takut menjalani pemeriksaan uji usap. Sebab, tujuannya melindungi ibu dan anak yang dikandung. Menyelamatkan nyawa sehingga tidak berujung pada kematian.

Sementara itu, uji usap bagi tenaga pendidik terus berjalan. Sampai saat ini ada 4.460 guru yang telah mengikuti tes kesehatan tersebut. Pemkot mendapatkan hasil tes untuk 3.686 guru. Perinciannya, 3.280 guru dinyatakan negatif korona. Sebanyak 394 guru mengidap Covid-19.

Febri mengatakan, tenaga pendidik yang positif terus mendapatkan perawatan. Hasilnya, banyak yang dinyatakan sembuh. ”Tinggal empat guru yang masih mendapatkan perawatan,” ucapnya. (jp)

ANTISIPASI UNTUK IBU HAMIL

Jumlah Ibu Hamil yang Menjalani Uji Usap: 1.335 ibu hamil

HASIL

  • Dari total 1.335 ibu hamil, baru 1.098 orang yang telah menerima hasilnya.
  • Sebanyak 123 ibu hamil dinyatakan positif Covid-19.
  • Sejumlah 971 ibu hamil dinyatakan sehat.

Pemkot Berupaya Mempercepat Kesembuhan Ibu Hamil

  • Perawatan terus dilakukan.
  • Ibu hamil yang sehat namun terinfeksi korona dirawat di asrama haji.
  • Ibu hamil yang komorbid dirawat di rumah sakit rujukan.
  • Dari hasil perawatan, 90 ibu hamil dinyatakan sembuh.
  • Dipublish : 4 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami