1.800 Personel Brimob Belum Ditarik dari Papua Barat

FOTO DOK. Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO DOK. Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Polri masih menempatkan 18 satuan setingkat kompi (SSK) atau 1.800 personel Brimob bersiaga di Papua Barat. Mereka akan tetap di sana hingga kondisi benar-benar kondusif dan mengantisipasi gangguan keamanan pascakericuhan beruntun pada Agustus lalu.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan personel tersebut disebar di tiga lokasi berbeda.

“10 SSK kita siagakan di Manokwari, 6 di Sorong dan 2 di Fakfak. Sifatnya untuk mengantisipasi sekaligus menjamin agar masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” katanya di Manokwari, Kamis (12/9).

Disebutkannya, personel bawah kendali operasi (BKO) yang diperbantukan dari sejumlah Polda wilayah Tengah dan Timur tersebut akan tetap berada di Papua Barat hingga daerah tersebut benar-benar aman. Dan hingga saat ini belum ada perintah penarikan pasukan yang dikeluarkan Kapolri.

“Sampai benar-benar aman, hingga hari ini belum ada perintah dari bapak Kapolri terkait penarikan mereka kembali ke Polda masing-masing,” terangnya.

Pasca kerusuhan 19 Agustus 2019, telah dilaksanakan Deklarasi Damai Manokwari pada Rabu (11/9). Namun, masih ada elemen yang menggelar aksi penolakan kasus rasisme serta menyuarakan referendum atas Papua.

Menyikapi hal itu, Herry, menegaskan masyarakat Manokwari secara umum sudah berdamai dan berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang mengatasnamakan masyarakat dalam aksi-aksi yang dilakukan.

“Jadi sudah jelas, sudah bisa kita lihat siapa pihak-pihak yang tidak mau damai. Masyarakat sudah berdamai, jadi jangan ada aksi lagi yang mengatasnamakan masyarakat,” tegasnya.

Nahak mengemukakan, Deklarasi Damai di Manokwari diikuti para kepala suku, tokoh agama, Ketua MRP, kepala daerah, serta tokoh lainnya. Mereka dinilai merupakan representasi masyarakat di daerah tersebut.

Dia menambahkan, secara umum situasi Papua Barat saat ini sudah jauh lebih baik. Penarikan personel BKO akan dilakukan sesuai perkembangan situasi.

Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan langkah Polri mengirimkan puluhan SSK personel Polri ke Papua dan Papua Barat sebagai bentuk pemberian jaminan keamanan kepada masyarakat.

“Kenapa Polri mengirimkan 13 SSK di Papua Barat dan 30 SSK di Papua? Itu dalam rangka memberi jaminan keamanan,” katanya.

Ia mengatakan Polri memiliki kewajiban mencermati setiap isu yang bergulir di tengah masyarakat. Polri bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Terkait dengan penanganan masalah rasisme dan kericuhan di Papua, dia mengatakan Polri memiliki beberapa pendekatan.

“Begitu terjadi, kami lokalisasi, jangan sampai meluas. Kami memitigasi semaksimal mungkin,” katanya.  (gw/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 13 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami