10 Ribu Babinsa Tracing 7 Provinsi

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Sebanyak 10.000 prajurit bintara pembina desa (Babinsa) disiapkan untuk menjadi tenaga tracing atau pelacakan kontak kasus COVID-19.

“Target kita 10.000 prajurit Babinsa untuk bersama-sama di 7 provinsi sebagai pelopor untuk melakukan tenaga tracer,” kata Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsekal Pertama TNI Tedi Rizalihadi di Jakarta, Minggu (21/2).

Menurutnya, TNI sudah melakukan pelatihan Babinsa melalui jajaran kodam. Target TNI tidak hanya 10.000 Babinsa yang nantinya melacak kontak kasus COVID-19. Namun, lebih banyak lagi. Setiap Babinsa nantinya akan memiliki kemampuan tersebut.

“Kami ke depannya pelan-pelan sesuai dengan jumlah yang ditargetkan. Sekarang ada satu orang menangani dua desa. Sehingga totalnya nanti ada 31.650 Babinsa. Selama melakukan tugasnya, para Babinsa wajib menerapkan disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak),” imbuhnya.

TNI, lanjut Tedi, juga sudah menentukan standar operasional prosedur baku yang digunakan. Sehingga Babinsa dapat memahami dengan baik tugasnya sebagai tenaga tracing. “Sehingga para Babinsa bisa memahami tugasnya sebagai tracer di lapangan, kita akan evaluasi per 3 hari,” jelasnya.

Kodam juga tak luput dari evaluasi. Hal ini untuk memastikan tugasnya memberikan pelatihan. Sehingga Babinsa benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukan pelacakan kontak kasus COVID-19.(rh/fin)

  • Dipublish : 22 Februari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami