12 Mahasiswa di Wuhan Berhasil Dipulangkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan kabar kepulangan 12 mahasiswa Indonesia dari di Wuhan, Cina ke Tanah Air.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam mengatakan, mahasiswa-mahasiswa itu dipulangkan dalam rangka evakuasi dari bahaya virus Korona yang tengah mewabah di negara tersebut.

“Iya, sudah terkonfirmasi. Kita koordinasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kita di Beijing setiap hari,” kata Nizam, Selasa (28/1).

Namun, Nizam belum mendapatkan data terkait nama hingga asal universitas mahasiswa tersebut. Kendati demikian, ia dapat memastikan 12 mahasiswa yang pulang itu dalam keadaan sehat.

Sementara itu Atdikbud di Beijing, Yaya Sutarya memastikan tidak ada mahasiswa Indonesia di Wuhan, Tiongkok yang terserang virus Korona. Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyatakan, seluruh mahasiswa Indonesia sehat.

“Tertanggal 26 Januari 2020, menyatakan bahwa semua mahasiswa dalam kondisi aman dan sehat. Mereka rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus,” kata Yaya dalam keterangannya.

Terlebih pihaknya memastikan, bahwa persediaan logistik masih mencukupi untuk 5-7 hari ke depan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menyalurkan bahan logistik ke WNI yang berada di Wuhan.

Logistik yang telah disiapkan di antaranya makanan, obat, masker, dan alat kebersihan. Yaya juga menjelaskan ada regulasi tertentu mengapa saat ini mahasiswa Indonesia belum seluruhnya dievakuasi. Di antaranya karena aturan yang diterapkan otoritas Tiongkok.

“Sesuai aturan kesehatan Tiongkok dan internasional, salah satu tahap untuk keluar dari wilayah isolasi adalah karantina 14 hari sebelum berangkat dan 14 hari setelah tiba di tempat baru,” tuturnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem menjamin, mahasiswa yang terisolasi ini tidak akan kekurangan logistik.

“Jangan khawatir, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menyalurkan logistik sampai situasi kembali normal,” kata Nadiem.

Pihaknya memastikan persediaan logistik masih mencukupi hingga tujuh hari ke depan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menyalurkan bahan logistik ke WNI yang berada di Wuhan.

Saat ini setidaknya masih ada 250 mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Mereka tersebar di wilayah Wuhan, Xianing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi, dan Shiyan.

Mereka diminta bertahan dalam karantina, sembari menunggu proses evakuasi lebih lanjut. “Semua dipantau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Saat ini sedang dalam pembahasan skema melakukan evakuasi,” pungkasnya. (der/fin)

  • Dipublish : 29 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami