13 Pegawai Negeri di Sidoarjo Reaktif Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo meminta 13 aparatur sipil negara mengisolasi diri di rumah. Hasil uji cepat (rapid test) mereka reaktif. Isolasi itu dilakukan sambil menunggu hasil uji usap (swab test) mereka keluar.

Kemarin (23/6) ada delapan ASN yang mengikuti rapid test di GOR Delta dengan hasil reaktif. Sehari sebelumnya, Senin (22/6), lima pegawai negeri juga reaktif. Jadi, total ada 13 orang.

Kepala Dinkes drg Syaf Satriawarman menuturkan, 13 ASN itu mengikuti rapid test bersama ratusan pegawai lain dalam dua hari terakhir. ’’Besok (hari ini) ada penambahan kasus lagi,’’ katanya.

Syaf menyatakan, dengan banyaknya warga yang di-rapid dan swab, semakin banyak pula yang positif Covid-19. Juga pasien dalam pengawasan (PDP). Bahkan, ada yang ternyata orang tanpa gejala (OTG) meski positif.

Hasil swab Senin (22/6) bakal keluar. Mereka yang dinyatakan positif wajib isolasi. Bisa isolasi di gedung Mal Pelayanan Publik (MPP). Bisa juga mandiri di rumah. Pilihan isolasi di hotel tidak ada lagi. Sebab, hotel telah penuh. Ruang isolasi di rumah sakit pun tidak tersisa.

Di RSUD Sidoarjo, pasien yang antre stagnan di isolasi sementara IGD masih 22 orang. Padahal, sebagian pasien yang dulu berada di sana dipindah di ruang isolasi perawatan Covid-19.

’’Sudah ada yang keluar rumah sakit tiga,’’ ucap Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan. Tapi, ruang isolasi itu langsung diisi pasien lagi. Mereka berdatangan setiap hari.

Di sisi lain, rombongan kunjungan kerja (kunker) DPRD tiba tadi malam (23/6). Totalnya 46 wakil rakyat. Kunjungan mereka dinilai tidak bermasalah. Semuanya juga tidak wajib menjalani rapid test karena status wilayah tujuan kunker sama dengan Sidoarjo. Sama-sama zona merah. Yaitu, Kabupaten Karanganyar, Jepara, dan Boyolali (Jawa Tengah).

Syaf Syatriawarman mengatakan, anggota dewan tidak perlu menjalani uji cepat. ’’Karena minggu lalu sudah,’’ paparnya.

Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 M. Ainur Rahman berpendapat, setelah penerapan transisi new normal, aktivitas kembali dibuka. Termasuk perjalanan dinas. ’’Jadi, boleh kunker,’’ katanya.

Wilayah kunker pun tidak dibatasi. Dewan bisa bepergian ke seluruh wilayah. Meskipun, statusnya zona merah. ’’Namun, tetap harus menjaga protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Anggota komisi A DPRD Atok Ashari menjelaskan, rombongan dewan tiba pukul 18.00. Setelah sampai, wakil rakyat bergegas pulang. ’’Alhamdulilah, semuanya sehat,’’ ucap politikus PKS itu. (jp)

  • Dipublish : 24 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami