16 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh

KURATIF: Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan update data terbaru pasien covid 19 di Jatim, Senin (30/3) malam. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
KURATIF: Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan update data terbaru pasien covid 19 di Jatim, Senin (30/3) malam. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA – Pasien Covid-19 di Jatim yang sembuh bertambah menjadi 16 orang. Tiga orang pasien, Senin (30/3) dipulangkan setelah dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim dari RSUD dr Soetomo yang sudah memberikan layanan terbaik bagi pasien yang terkonfirmasi positif,” ujar Khofifah saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Senin (30/3) malam.

Total ada 16 orang pasien Covid-19 di Jatim yang sudah sembuh. Rinciannya 12 orang dari Surabaya, 3 dari Kota Malang, 1 dari Kabupaten Blitar.

UPDATE: Peta sebaran pasien covid 19 di Jatim.

UPDATE: Peta sebaran pasien covid 19 di Jatim. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Sementara pasien yang meninggal Senin (30/3) ada satu orang dari Pemekasan. Sehingga tercatat yang meninggal totalnya sudah delapan orang.

“Sedangkan yang positif Covid-19 masih ada 91 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 366 orang, dan orang dalam pantauan (ODP) 5.812 orang,” katanya.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, alat rapid test telah dibagikan ke rumah sakit rujukan dan dinas kesehatan di kabupaten/kota. Yang sudah melakukan rapid test ini dari 1.316 orang ada 28 orang yang terkonfirmasi positif.

“Kalau 91 orang positif yang kita umumkan itu berdasarkan pengumuman dari pemerintah pusat. Sedangkan 28 orang yang hasil rapid test positif ini belum dilakukan Polymerase Chain Reaction (PCR). Kami harus menyampaikan hasil ini ke pemerintah pusat terlebih dulu. Yang menyampaikan positif kepada publik hanya pemerintah pusat,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Ketua Gugus Tugas Rumpun Kuratif Dr Joni Wahyuhadi agar pasien positif ini dilanjutkan dengan swab test dengan menggunakan PCR. “Sebab, hasil swab test memiliki presisi yang sangat tinggi,” ujarnya. (mus/rek/radarsurabaya)

  • Dipublish : 31 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami