Korupsi Proyek Alkes RSUD Sragen, Kejari Sita Uang Rp 2 Miliar

Kajari Sragen Syarief Sulaeman Nahdi memperlihatkan barang bukti uang yang disita kemarin (4/3). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Kajari Sragen Syarief Sulaeman Nahdi memperlihatkan barang bukti uang yang disita kemarin (4/3). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

SRAGEN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menyita uang dari tersangka korupsi pembangunan Ruang Central OK Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Dari tangan tersangka RW, kejari mengamankan Rp 2,016 miliar.

Kepala Kejari Sragen Syarief Sulaeman Nahdi memperlihatkan sejumlah uang yang sudah dibendeli kemarin. Uang tersebut merupakan nilai kerugian negara yang disita dari ketiga tersangka kasus korupsi ruang operasi di RSUD Sragen 2017.

Para tersangka menyerahkan barang bukti tersebut pada Jumat (28/2) lalu. RW merupakan pihak ketiga dalam pengadaan barang. Sementara dua tersangka lainnya, yakni mantan dirut RSUD Sragen DS dan NY sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK).

”Tersangka RW mengembalikan uang. Uang dari tersangka RW ini sebagai barang bukti kasus ini. Dia sudah ditahan Kamis lalu,” ungkap Syarief.

Menurut Syarief,  jumlah uang itu merupakan hasil perhitungan tim ahli. Selanjutnya, barang bukti kejahatan itu akan dikembalikan ke kas negara untuk pembangunan Pemkab Sragen. Pasalnya, sumber uang tersebut berasal dari APBD Pemkab Sragen.

”Kami menyelamatkan uang negara. Mudah-mudahan hakim sependapat dengan tuntutan kami untuk dikembalikan ke negara,” ujarnya.

Syarief mengatakan, konstruksi kasus ini menguntungkan pihak swasta. Sehingga semua barang bukti dalam bentuk uang dari pihak swasta. Uang tersebut akan disimpan di rekening penampungan milik kejari. ”Kerugian negara dalam kasus ini sudah 100 persen, sesuai dengan perhitungan BPKP Jateng,” terangnya.

Soal dua tersangka lain ikut menikmati atau tidak akan terbukti dalam persidangan. Dia menyampaikan, pengembalian kerugian negara ini bisa dipertimbangkan untuk meringankan hukuman tersangka. Namun, proses hukum mereka tetap berjalan.

Saat ini, proses menjelang sidang sudah 70 persen. Sebelum memasuki Ramadan, sudah bisa disidangkan. Selain itu, kejari juga dibatasi waktu penahanan para tersangka selama 20 hari.

Sebelumnya, kejari telah menahan mantan direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen DS bersama NY sebagai PPK pada Rabu (12/2). Dua pekan kemudian, kejari menahan tersangka RW yang merupakan pihak ketiga sebagai penyedia barang.

Proyek ruang operasi itu dianggarkan senilai Rp 8 miliar pada 2016. Ketiga tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (radarsolo.jawapos.com)

  • Dipublish : 5 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami