18 Sampel dari Madura Varian Covid-19 Delta India

Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela)
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Hasil tes whole genome sequencing (WGS) terhadap sampel dari Madura yang dikirimkan ke Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) telah keluar. Hingga Senin (21/6), total ada 19 sampel dari Madura yang tuntas dites WGS. Hasilnya, dari seluruh sampel tersebut, hanya satu yang bukan varian Delta India.

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Mohammad Nasih menjelaskan, saat ini ITD terus melakukan identifikasi WGS terhadap puluhan sampel dari Madura. Total, ada 19 sampel yang sudah teridentifikasi sempurna. ”Sebanyak 18 sampel di antaranya adalah varian Delta India. Dan, hanya satu sampel yang bukan varian Delta India,” katanya.

WGS adalah teknik komprehensif dalam pengurutan sekuens DNA menjadi suatu gambaran genom utuh (whole genome sequence) dengan menggunakan teknologi next generation sequencing (NGS).

Baca Juga: Pos Penyekatan di Jembatan Suramadu Diserang Warga Madura

Sebelumnya, Unair juga men-submit tiga sampel yang diidentifikasi melalui WGS ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Yakni, lembaga bank data yang menjadi acuan untuk data genom virus SARS-CoV-2 alias Covid-19.

Nasih menuturkan, 19 sampel yang sudah teridentifikasi tersebut telah dilaporkan langsung ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan gubernur Jawa Timur. ”Hasil identifikasi sampel virus dari Madura sudah dilaporkan ke Kemenkes dan gubernur Jawa Timur. Jadi, mereka yang lebih tahu secara detailnya,” ujarnya.

Nasih menyatakan, hingga sekarang peneliti ITD Unair terus melakukan pemeriksaan WGS terhadap sampel-sampel yang dikirim Kemenkes dan Pemprov Jawa Timur. Identifikasi virus melalui WGS membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang. ”Kami jalan terus sesuai dengan kiriman sampel di ITD Unair,” tegasnya.

Semakin masifnya persebaran Covid-19 juga mulai diantisipasi Unair. Selain itu, Unair menerjunkan dokter-dokter yang memiliki kemampuan berbahasa Madura. Mereka bertugas untuk membantu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Madura.
  • Dipublish : 23 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami