18 Warga Sipil, 15 Anggota TNI-Polri dan 11 KKB Meninggal Dunia

Anggota KKB anak buah Puron Wenda menyatakan kembali ke NKRI di Lanny Jaya pada Senin (31/8). (Dok. Kogabwilhan III/Antara)
Anggota KKB anak buah Puron Wenda menyatakan kembali ke NKRI di Lanny Jaya pada Senin (31/8). (Dok. Kogabwilhan III/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Kontak tembak yang terjadi antara TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di beberapa lokasi mengakibatkan 44 orang meninggal dunia. Jumlah korban meninggal merupakan akumulasi yang terjadi sepanjang tahun 2021.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan sepanjang 2021 telah terjadi 92 kali penembakan KKB di sejumlah wilayah. Akibatnya 44 orang dilaporkan meninggal dunia, 15 di antaranya anggota TNI-Polri.

“Memang benar dari 92 kasus penembakan yang terjadi mengakibatkan 44 orang meninggal, 15 orang diantaranya anggota TNI-Polri,” katanya dalam keterangan akhir tahun di Jayapura, Kamis, 23 Desember 2021.

Diakuinya kasus penembakan yang melibatkan KKB memang mengalami kenaikan dibanding tahun 2020 yang tercatat 49 kasus atau naik 87,75 persen karena di tahun 2021 terjadi 92 kasus.

Kasus-kasus yang melibatkan KKB itu terjadi di tujuh polres, yaitu Polres Mimika, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga dan Polres Keerom.

Dari data yang ada terungkap selama periode itu tercatat 18 warga sipil meninggal dan 11 orang KKB dilaporkan tewas.

Ke depan, kata Kapolda dalam keterangan akhir tahun yang dihadiri tokoh-tokoh agama, anggota sudah diperintahkan untuk tidak melakukan pengejaran dengan berbagai alasan.

“Kalau anggota melakukan pengejaran, kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa dan senjata sehingga memperkuat persenjataan mereka (KKB), ” jelasnya.

Dia berharap ke depan aksi penembakan yang dilakukan KKB berkurang bahkan tidak lagi terjadi hingga Papua benar-benar menjadi “tanah damai”.

Apalagi nantinya polisi yang ditugaskan di wilayah itu adalah anak-anak asli setempat sehingga dapat membuat wilayah itu aman dari gangguan KKB.

“Saat ini 1.999 anggota polri program bintara noken yang dibiayai dana otonomi khusus dan mereka yang akan dikembalikan ke daerah pengirim,” katanya.(ant/jm)

  • Dipublish : 24 Desember 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami