Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendesak pelaksanaan rapid test Covid-19 bagi masyarakat dipercepat agar langkah-langkah pencegahan penularan yang lebih luas bisa segera dilakukan. Berdasar data yang masuk hingga Minggu (5/4) malam telah dilakukan sebanyak 6.263 rapid test.

Menurut Khofifah, sebanyak 16.600 alat rapid test bantuan dari pemerintah pusat sudah dibagikan ke berbagai kabupaten/kota yang terjangkit maupun yang jumlah pasien dalam pengawasannya banyak. ”Ada 10.337 peralatan rapid test yang belum digunakan, saya minta segera digelar,” ucap Khofifah seperti dilansir dari Antara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu (5/4) malam.

Khofifah mengungkapkan 16.600 alat rapid test telah dibagikan dan sementara ini diprioritaskan untuk orang-orang yang berisiko tinggi, seperti dokter, perawat, dan petugas lain yang keseharian menangani kasus Covid-19. Dari 6.263 rapid test yang telah digelar, diperoleh hasil 145 orang positif Covid-19, namun perlu dilakukan tes lanjutan berupa swab PCR untuk diperoleh hasil pasti.

”Dari 145 orang yang hasil rapid test-nya positif, setelah dilakukan tes swab PCR diperoleh hasil empat orang terkonfirmasi positif Covid-19. Itulah kenapa saya mendesak agar rapid test ini segera dirampungkan, yaitu untuk percepatan tracing serta penanganan agar penularan Covid-19 tidak semakin meluas,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, jika saat PCR hasilnya positif, biaya ditanggung pemerintah pusat. Sedangkan kalau negatif ditanggung Pemprov Jatim. ”Ini harus kembali saya sampaikan supaya masing-masing daerah menyegerakan penggunaan rapid test. Dan yang terkonfirmasi positif dari PCR itu bisa dilakukan tracing lebih detail,” tutur Khofifah. (jp)

 

  • Dipublish : 6 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami