2.237 Orang Meninggal di Cina

Dok. Foto: AFP
Dok. Foto: AFP
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

BEIJING – Jumlah korban meninggal di Cina akibat virus corona baru atau Covid-19, hingga Jumat (21/2) malam tercatat 2.237 orang. Angka ini naik 118 orang dari hari sebelumnya. Menurut Komisi Kesehatan Nasional setempat, Provinsi Hubei, masih menjadi pusat wabah virus mematikan itu.

Jumlah korban meninggal berpotensi bertambah. Ini setelah ditemukan 889 orang yang dipastikan tertular COVID-19. Artinya ada 75.465 orang di wilayah tersebut yang kini terinfeksi dan sedang menjalani perawatan medis. Pemerintah Cina menegaskan, tetap melakukan upaya untuk memperkecil gerakan virus tersebut. Bahkan mereka pun mengklaim jumlah mereka yang sembuh juga tak kalah banyak.

Duta Besar Cina untuk ASEAN Deng Xijun mengatakan negaranya terus mengupayakan langkah-langkah tegas untuk mencegah dan mengendalikan epidemi virus corona tipe baru atau COVID-19.

“Saat ini hampir semua kegiatan berhenti di Cina karena seluruh negeri sedang berfokus pada upaya pencegahan, jadi pasti ada dampak terhadap perdagangan dan investasi. Namun saya pikir ini bersifat sementara,” tutur Deng dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/2).

Ia berharap penyebaran virus corona dapat dikendalikan dalam waktu dekat, China ingin kegiatan produksi dan manufaktur bisa pulih segera, konsumsi masyarakat meningkat drastis, sehingga hubungan perdagangan dan investasi dapat kembali normal.

Deng juga menjelaskan bahwa Cina telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung perusahaan yang terlibat dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) dengan membantu mereka melanjutkan pengerjaan proyek-proyek infrastruktur di luar negeri.

Cina merupakan mitra dagang terbesar bagi ASEAN dengan volume perdagangan mencapai 641 miliar dolar AS pada 2019. Cina juga menjadi sumber wisatawan terbesar bagi negara-negara ASEAN. Tanpa menyebut angka atau bagaimana dampak wabah virus corona terhadap ekonomi di kawasan.

Deng juga menegaskan bahwa Cina dan ASEAN akan mengeksplorasi bidang-bidang kerja sama baru dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan negara-negara ASEAN untuk memulihkan ekonomi dan bisnisnya.

Bank Indonesia telah mengambil kebijakan serupa dengan bank sentral Thailand dan Filipina untuk memotong suku bunga, guna menangkal dampak virus corona. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan potensi investasi Cina senilai 400 juta dolar AS mungkin hilang karena wabah ini.

Selain itu, diperkirakan terjadi 400 juta dolar AS penurunan dalam ekspor China dan penurunan 700 juta dolar AS dalam impor, dengan pertumbuhan PDB terlihat sedikit melambat di Indonesia. Sementara itu, Singapura telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi menjadi 0,5 hingga 1,5 persen dari 0,5 hingga 2,5 persen untuk tahun 2020.

Di lain pihak, Malaysia akan mengumumkan paket stimulus bagi sektor penerbangan, ritel, dan pariwisata untuk memitigasi dampak ekonomi akibat wabah virus corona. Wabah ini telah nyaris menewaskan 3.00 orang di negara setempat. Bahkan, 25 negara telah melaporkan lebih dari 1.000 kasus kepada WHO dengan Singapura dan Thailand memiliki jumlah kasus terbanyak. (fin/ful)

  • Dipublish : 22 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami