2.879 Positif Korona di Jakarta Diketahui Usai Jalani Rapid Test

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggalakkan pemeriksaan terhadap warga Jakarta. Tercatat, hingga Minggu (26/4) sebanyak 72.415 orang telah menjalani metode rapid test atau test cepat.

“Total sebanyak 72.415 orang yang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Minggu (26/4).

Dwi menyebut, dari 72.415 orang yang mengikuti rapid test, sebanyak 2.879 orang dinyatakan positif terinfeksi virus korona atau Covid-19. Sementara 69.536 orang dinyatakan negatif.

“Rapid test masih terus berlangsung di enam wilayah Kota atau Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP),” jelas Dwi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyatakan, sasaran dan prioritas untuk rapid test yakni mereka yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular. Misalnya tenaga medis, orang-orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP) hingga orang dalam pemantauan (ODP).

“Apabila hasil tes tersebut positif, langkah selanjutnya yakni dilakukan pengambilan tes swab, isolasi mandiri, atau dirujuk ke shelter sesuai kriteria keparahan selama menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR),” ucap Widyastuti.

Menurutnya, bila kondisinya memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit. “Bila kondisi memburuk, dirujuk ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan PCR atau memeriksa ulang rapid test sebanyak satu kali pada hari ke 7-10 setelah tes awal,” tukas Widyastuti.

Untuk diketahui, Pasien positif terinfeksi virus korona atau Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami kenaikan, hingga Minggu (26/4) tercatat 3.746 kasus di ibu kota. Data tersebut berdasarkan website corona.jakarta.go.id.

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 338 orang, meninggal 357 jiwa, yang masih mendapatkan perawatan 1.952 orang dan isolasi mandiri ada 1.099 orang.

Selain itu, jumlah yang masih menunggu hasil sebanyak 968 kasus. Kemudian, 2.613 kasus yang telah diketahui titik penyebaran berdasarkan kelurahan dan sisanya 1.133 belum diketahui.

Sebanyak, 2.613 kasus Covid-19 yang telah diketahui tersebut tersebar di lima kota administrasi di DKI Jakarta. Mulai dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. (jp)

  • Dipublish : 26 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami