2 Guru Positif, Jamaah Masjid bakal Tes Swab

Tim Reaksi Cepat BPBD Payakumbuh, Selasa pagi (21/7) menyemprot disinfektan di rumah ELY, guru SMPN 3 Payakumbuh yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat. (IST)
Tim Reaksi Cepat BPBD Payakumbuh, Selasa pagi (21/7) menyemprot disinfektan di rumah ELY, guru SMPN 3 Payakumbuh yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat. (IST)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Pemerintah Kota Payakumbuh berencana melakukan tes swab terhadap jamaah Masjid Muslimin Labuahbaru, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara. Rencana ini disampaikan Wali Kota Riza Falepi bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr Bakhrizal kepada wartawan, Selasa siang (21/7), menyusul dua jamaah Masjid Muslimin terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona atau Covid-19.

Menurut Riza Falepi dan dr Bakhrizal, kedua jamaah Masjid Muslimin Labuahbaru yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sama-sama perempuan dan sama-sama guru. Mereka berinisial MS, 59, guru SMPN 4 Payakumbuh di Pakansinayan yang sehari-hari tinggal di Sungaipinago, Kelurahan Tanjuanggadang Sungaipinago, Kecamatan Payakumbuh Barat. Kemudian, ELY, 54, guru SMPN 3 Payakumbuh di Bukiksitabuah, tinggal di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat.

MS terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Jumat lalu (17/7). Sedangkan ELY terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Selasa siang (22/7). Dengan demikian, total warga Payakumbuh yang  terinfeksi virus korona sejak dari awal pandemi sampai sekarang sudah genap menjadi 23 orang. Di mana, sebanyak 20 orang sudah dinyatakan sembuh dan 3 orang masih menjalani pengobatan atau karantina di gedung BKPSDM Sumbar di Padangbesi, Padang.

Satu orang lagi yang masih menjalani karantina di Padang bersama MS dan ELY adalah MRF, 22, asal Kelurahan Talang, Payakumbuh Barat, baru pulang dari Kalimantan. Namun, berbeda dengan MRF yang diduga terpapar virus korona setelah pulang dari Kalimantan, MS dan ELY diduga Dinas Kesehatan Payakumbuh terpapar dari sebuah klaster baru, yakni klaster jamaah Masjid Muslimin Labuahbaru.

”Dengan adanya penemuan terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sebuah jamaah baru, berarti Payakumbuh sudah membentuk kluster baru. Makanya, mulai Rabu (22/7) atau Kamis (23/7, petugas Dinas Kesehatan akan melakukan tes swab kepada jamaah yang punya riwayat kontak dengan kedua wanita (kedua guru, red) dimaksud. Swab gratis itu, akan diadakan di halaman masjid setempat,” kata dr Bakhrizal dalam konfrensi pers virtual yang juga diperkuat dengan siaran pers Diskominfo Payakumbuh.

Menurut dr Bakhrizal, hasil tes swab secara massal buat 600 warga di 5 kecamatan di Payakumbuh, serta tes swab buat 700 guru, hanya ditemukan 2 guru terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, penularannya bukan karena hasil tes swab massal. Melainkan, terkontak sesama jamaah. ”Karena itu, tracking terhadap jamaah terus dilakukan dan kesadaran jamaah untuk swab, sangat diharapkan,” ujar dr Bek, sapaan akrab dr Bakhrizal.

Wali Kota Riza Falepi dalam konfrensi pers virtual yang dihadiri Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kadisdik AH Agustion, Kakan Kesbangpol Budhi Dharma Permana, Kadis Kominfo Jhon Kenedi, dan Kabid Humas Hermanto, mengajak warga Payakumbuh, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. ”Pandemi Covid-19, belum berakhir di negeri ini. Makanya, penerapan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun merupakan kewajiban yang tidak boleh dilanggar,” kata Riza.

Bekas senator Sumbar di DPD RI ini menyebut, dalam era tatanan menuju hidup baru produktif dan aman dari Covid-19 ini, bukan berarti warga Payakumbuh boleh seenaknya saja, mengabaikan protokol kesehatan. ”Sebaliknya, penerapan protokol kesehatan dalam seluruh aspek kehidupan, harus terus ditingkatkan,” ulas Riza.

Melengkapi Riza, Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh, AH Agustion dalam kesempatan itu menyebutkan, temuan dua kasus baru Covid-19 dengan pasiennya adalah guru SMP merupakan jawaban kenapa Payakumbuh menunda belajar tatap muka di sekolah, hingga Desember 2020. ”Tidak bisa dibayangkan, jika belajar tatap muka di sekolah, sudah dimulai sejak 13 Juli. Mungkin bakal banyak anak dan guru yang menjadi korban Covid-19. Jadi, penundaan belajar tatap muka hingga Desember, langkah tepat yang diambil gubernur dan wali kota,” kata Agustion.

Di sisi lain, Palang Merah Indonesia (PMI) Payakumbuh sebagaimana disampaikan Wakil Ketuanya, Robby Muchsis, pada Sabtu lalu (18/7), sudah melakukan penyemprotan disinfektan di rumah MS di kawasan Sungaipinago. Selain di rumah MS, relawan PMI juga melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Nurul Ikhlas Sungaipinago dan kantor Lurah Tanjuang Gadang Sungai Pinago. Sedangkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Payakumbuh, Selasa pagi (21/7), juga sudah menyemprot kediaman ELY di Nunang Daya Bangun, serta menyemprot SMPN 4 Payakumbuh di Pakansinayan dan SMPN 3 Payakumbuh di Bukitsitabuah.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Muslimim Labuah Baru, Haji Ed Susila Baru, yang dikonfirmasi Padang Ekspres Selasa malam (21/7), belum bisa berkomentar banyak terkait dengan rencana Pemko Payakumbuh melakukan tes swab terhadap jamaah Masjid Muslimin. ”Informasi yang kami terima, terkait dengan dua jamaah yang positif Covid-19. Masih simpang-siur. Memang, saya dipercaya sebagai ketua pengurus masjid, namun untuk ini (rencana swab, red), tentu kami pengurus masjid akan rapat dulu,” ujar Haji Ed Susila Baru. (frv)

  • Dipublish : 22 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami