2 WNI ABK Diamond Princess Tolak Pulang

Dok. Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Dok. Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Dua dari 78 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess menolak pulang. Mereka memilih tetap tinggal di Jepang.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan dua WNI ABK Diamond Princess memilih tetap tinggal di Jepang. Kepastian itu berdasarkan informasi dari pihak perusahaan.

“Berdasarkan informasi dari perusahaan pelayaran tersebut, ada dua warga negara kita yang memilih untuk tetap tinggal. Sekali lagi, evakuasi ini sifatnya sukarela,” katanya usai rakor bersama di Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, Kamis (27/2).

Dibeberkannya total WNI di kapal tersebut sebanyak 78 ABK. Dari 78 ABK, sembilan positif virus corona. Namun satu orang sudah dinyatakan negatif. Dengan demikian ada sekitar 70 WNI di kapal tersebut.

“Namun dua lagi memilih tinggal, jadi nanti yang akan dievakuasi sebanyak 68 ABK,” katanya.

Retno menjelaskan, pemerintah tidak bisa memaksakan mengevakuasi. Sebab evakuasi bersifat sukarela.

Sementara pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan proses evakuasi akan menggunakan pesawat.

“Proses evakuasi akan menggunakan pesawat dan kita akan memperlakukan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Dijelaskannya, meski para WNI tersebut sudah menjalani pemeriksaan di Jepang, namun tetap akan menjalani pemeriksaan saat tiba di Indonesia. Mereka akan menjalani pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi virus.

Muhadjir kembali menegaskan, proses evakuasi dilakukan setelah Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang.

Dia juga mengatakan WNI tersebut juga akan dibawa ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, untuk menjalani observasi.

“Nanti akan diatur sedemikian rupa dan itu menjadi domain atau tanggung jawab dari Kementerian Kesehatan. Pak Menkes nanti,” kata Muhadjir.

Terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan evakuasi WNI ABK Diamond Princess di Yokohama, Jepang, tinggal menunggu slot penerbangan.

“Sudah diputuskan untuk segera dijemput dengan pesawat. Pesawatnya sudah mulai disiapkan untuk mulai bisa terbang ke Jepang. Kita baru negosiasi untuk mendapat slot penerbangannya,” kata Terawannya.

Proses evakuasi akan menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body). Sebab, Pemerintah Indonesia menginginkan evakuasi dapat langsung dilakukan dari Jepang ke Indonesia tanpa transit.

“Jadi nomor satu kita baru nego ke Jepang untuk dapat slot penerbangannya. Kan harus dapat slot. Yang paling penting adalah akan segera dievakuasi,” ungkap dia.

Adapun evakuasi kemungkinan akan dilakukan satu dua hari ke depan, segera setelah slot penerbangan diperoleh.

Terawan menekankan seluruh WNI yang dievakuasi akan dipastikan dalam kondisi sehat. Ketika tiba di tanah air, mereka akan tetap menjalani proses observasi.

“Kemungkinan di Pulau Sebaru lagi. Kita masih bicara terus. Apakah nanti dengan kapal atau bagaimana. Yang penting yang paling nyaman dan ABK bisa melewati observasi dengan sehat,” katanya.(gw/fin)

  • Dipublish : 28 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami