2021, LRT Jabodetabek Beroperasi

Sejumlah warga Jakarta menjajal kereta ringan atau light rail transit (LRT) koridor Kelapa Gading-Velodrome saat uji coba publik secara gratis di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Uji coba publik ini berlangsung sejak 11-21 Juni 2019, dan hanya melayani lima stasiun, antara lain Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulo Mas, Stasiun Equestrian dan Stasiun Velodrome yang beroperasi pada pukul 05.30-23.00 WIB dengan waktu kedatangan kereta (headway) setiap 10 menit. Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2019, tarif LRT Jakarta Koridor Kelapa Gading-Velodrome telah ditetapkan flat sebesar Rp 5.000 sekali jalan. Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Sejumlah warga Jakarta menjajal kereta ringan atau light rail transit (LRT) koridor Kelapa Gading-Velodrome saat uji coba publik secara gratis di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Uji coba publik ini berlangsung sejak 11-21 Juni 2019, dan hanya melayani lima stasiun, antara lain Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulo Mas, Stasiun Equestrian dan Stasiun Velodrome yang beroperasi pada pukul 05.30-23.00 WIB dengan waktu kedatangan kereta (headway) setiap 10 menit. Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2019, tarif LRT Jakarta Koridor Kelapa Gading-Velodrome telah ditetapkan flat sebesar Rp 5.000 sekali jalan. Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Pengangkatan kereta LRT Jabodetabek dilakukan di Stasiun Hajarmukti, Cibubur, kemarin (13/10). Pasca kereta dinaikkan ke jalur LRT, tahap selanjutnya akan dilakukan tes dinamis yang dijadwalkan mulai 18 Oktober nanti. Kereta yang kemarin diangkat merupakan buatan pabrik PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur. Rencananya LRT Jabodetabek beroperasi pada 2021.

”Kami akan lakukan penyelesaian tes sarana dan tes konstruksi secara bersamaan,” tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin saat menyaksikan pengangkatan kereta LRT Jabodetabek. Uji coba dilakukan secara bertahap dan detail selama satu tahun.

Budi menyatakan bahwa 60 persen komponen keretanya adalah produk dalam negeri. Nantinya, total kereta yang nantinya beroperasi ada 31 kereta LRT. Kereta LRT dapat menampung 1308 orang jika dalam keadaan padat. Sedangkan pada kondisi normal bisa digunakan 740 orang. Rata-rata headway atau waktu tunggu penumpang selama 2-3 menit di setiap stasiun.

Progres pembangunan LRT Jabodebek hingga hari ini sudah mencapai 66,13 persen. Dengan rincian untuk Lintas Cawang-Cibubur 85.73 persen, Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 56.10 persen, dan Lintas Cawang-Bekasi Timur 59.52 persen. Diprediksi pembangunan ketiga Lintas akan selesai pada tahun 2020 dan sudah operasional tahun 2021.

Sementara untuk tarif, mantan direktur utama PT Angkasa Pura II itu menyebutkan dari Cibubur- Dukuh Atas nantinya Rp12.000. Jumlah tersebut telah disubsidi 50 persen dari pemerintah. ”Harga komersilnya Rp 25.000 dari Cibubur-Dukuh Atas,” kata Budi.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan yang juga mengunjungi acara tersebut mengatakan bahwa teknologi yang ada di LRT Jabodebek ini lebih canggih dibandingkan MRT.

”Pekerjaan yang panjang kita lakukan sudah mulai keliatan buahnya. Pertama, lebih dari 60 persen lokal konten nya, kereta api nya semua buatan LEN dan INKA atau dalam negeri. Ini hal yang luar biasa untuk anak Indonesia,” tutur Luhut.

(fin)

  • Dipublish : 14 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami