240 Orang Tenaga Medis di Jayapura Positif Covid-19

Ilustrasi petugas medis mengenakan alat pelindung diri saat simulasi penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya. (Hanif Nashrullah/Antara)
Ilustrasi petugas medis mengenakan alat pelindung diri saat simulasi penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya. (Hanif Nashrullah/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Tenaga kesehatan lagi-lagi menjadi korban dari terpaparnya virus Korona atau Covid-19 di tanah air. Tercatat sebanyak 240 ‎tenaga medis di Jayapura tertular virus Korona.

“Total tenaga kesehatan di Papua yang terinfeksi cukup banyak sejumlah 240‎ orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konfrensi persnya di Jakarta, Jumat (24/7).

Karenanya, dengan adanya penularan virus Korona tenaga kesehatan itu. Muncul klaster baru di rumah sakit. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

“Ada beberapa daerah yang tenaga kesehatannya menjadi klaster yaitu klasternya rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Sebagai contoh di kota Jayapura,” katanya.

Wiku menuturkan, pemerintah meyakini klaster tenaga medis di Jayapura bisa teratasi dengan kerja keras Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano. Sehingga 240 tenaga medis yang terpapar tersebut bisa tertangani dengan baik.

‎”Kita semua berusaha keras melindungi tenaga kesehatan di sana (Jayapura-Red) dengan memberikan alat pelindung diri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wiku berpesan, kepada tenaga medis untuk terus berhati-hati terhadap penularan virus Korona ini. Cara mencegahnya dengan menggunakan alat pelindung diri. Sehingga tidak muncul klaster dari tenaga kesehatan.

“Seluruh tenaga kesehatan yang ada di Indonesia jumlahnya sangat terbatas yang harus dilindungi selalu waspada menggunakan alat pelindung diri yang baik di dalam pekerjaanya sehari-hari‎,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 24 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami