3 Pasien Virus Korona di Singapura Ternyata Sempat Singgah di Batam

National Center for Infectious Diseases (NCID), tempat isolasi bagi 3 pasien virus Korona di Singapura yang sebelumnya sempat singgah di Batam pada 21-23 Februari 2020 (Channel News Asia)
National Center for Infectious Diseases (NCID), tempat isolasi bagi 3 pasien virus Korona di Singapura yang sebelumnya sempat singgah di Batam pada 21-23 Februari 2020 (Channel News Asia)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Singapura melaporkan hingga Senin (2/3) ada 106 pasien positif virus Korona jenis baru atau COVID-19. Pada Minggu (1/3), Departemen Kesehatan Singapura mengkonfirmasi dan memverifikasi empat kasus terbaru infeksi virus Korona. Dari jumlah tersebut, tiga orang terkait dengan pertemuan di Wizlearn Technologies Pte Ltd. Pelacakan kontak terus dilakukan untuk menemukan apakah ada riwayat perjalanan ke Tiongkok atau Daegu dan Cheongdo di Korea Selatan.

Mengejutkannya, tiga pasien yang positif virus Korona di Singapura ternyata tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke Tiongkok atau Korea Selatan. Namun, ketiganya secara bersamaan justru sempat berada di Batam, Indonesia, pada 21 Februari hingga 23 Februari 2020. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kemeterian Kesehatan Singapura.

Satu pasien itu merupakan warga negara Singapura berjenis kelamin perempuan dan berusia 37 tahun. Dia tercatat sebagai pasien positif ke-103. Si pasien ternyata memiliki hubungan keluarga dengan pasien ke-93. Selain itu, pasien ke-103 ini bersama pasien ke-101 bersama-sama berada di Batam pada 21 Februari hingga 23 Februari 2020. Saat ini dia dirawat di ruang isolasi National Center for Infectious Diseases (NCID).

Karena pasien ke-103 melakukan kontak dekat dengan pasien ke-93 dan dilaporkan tidak memiliki penyakit sebelumnya, dia memutuskan melakukan karantina di rumah pada 26 Februari. Pada 29 Februari, pasien ke-103 tersebut mengungkapkan telah mengalami gejala batuk-batuk dan demam pada 20 Februari. Dia baru berobat di klinik dokter umum pada 25 Februari. Selanjutnya dibawa ke NCID dengan ambulans dan diisolasi. Hasil tes selanjutnya pada Minggu (1/3) menyatakan bahwa pasien ke-103 positif terkena COVID-19.

Sementara itu, pasien ke-101 yang bersama pasien ke-103 berada di Batam, telah lebih dahulu dinyatakan positif mengidap virus Korona.

Sedangkan satu pasien lagi yang sempat berada di Batam pada tanggal yang sama merupakan pasien ke-104. Dia bersama-sama pasien ke-101 dan 103 berada di Batam pada 21 Februari hingga 23 Februari 2020.

Pasien tersebut seorang perempuan Myanmar berusia 25 tahun. Dia juga tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke Tiongkok serta ke Daegu dan Cheongdo di Korea Selatan. Dia adalah pekerja rumah tangga asing yang dipekerjakan oleh pasien ke-103. Saat ini perempuan Myanmar tersebut diwarat di ruang isolasi NCID.

Seperti halnya pasien ke-103 yang merupakan majikannya, perempuan Myanmar tersebut melakukan karantina sendiri di rumah pada 26 Februari. Pada 29 Februari, dia mengungkapkan telah memiliki gejala batuk dan demam mulai 23 Februari saat masih di Batam. Selanjutnya, dia dibawa ke NCID dengan ambulans dan diisolasi. Hasil tes selanjutnya pada Minggu (1/3) menyatakan dia positif terinfeksi virus Korona. (jp)

  • Dipublish : 2 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami