3 Tahun Kasus Novel, Amnesty Internasional Masih Tagih Komitmen Jokowi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA, – Kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan genap 3 tahun. Penegakkan hukum kepada pelaku penyiraman dianggap masih belum mencapai rasa keadilan yang sesungguhnya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai kasus Novel ini belum tuntas sepenuhnya. Baginya tidak cukup jika kasus ini berakhir pada 2 orang aktor lapangan. Motif penyiraman pun dianggap harus terus digali, tidak hanya sebatas dendam pribadi.

“Sejak penyerangan tiga tahun lalu, upaya mengungkap pelaku berjalan sangat lambat. Dua pelaku yang merupakan anggota Kepolisian aktif memang sudah ditangkap, itu pun masih meragukan,” kata Usman dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4).

Usman menyakini ada aktor intelektual di balik penyiraman ini. Oleh karena itu niat baik pemegang otoritas negara diuji, guna membuktikan hukum akan ditegakkan secara adil atau tidak.

“Aktor-aktor lain yang terlibat harus diusut tuntas, terutama dalangnya. Bagaimana pun Novel tetap menjadi simbol kesungguhan negara melawan korupsi,” ucapnya.

“Kami menagih komitmen Presiden, untuk benar-benar mengungkapkan kasus Novel. Bentuk Tim investigasi yang independen dengan keahlian dan integritas yang dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Usman menyampaikan, semua pihak yang bertanggungjawab atas kejahatan ini harus diadili. Selain itu prosesnya harus memenuhi standar internasional tentang keadilan.

“Tidak boleh lagi ada korban seperti Novel di negara ini, baik dari pembela HAM di bidang pemberantasan korupsi maupun lingkungan hidup yang sering berkaitan masalahnya,” pungkasnya.

Diketahui, Novel disiram oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor pada 11 April 2017. Saat itu, Novel dalam perjalanan pulang usai menjalankan salat subuh di masjid dekat rumahnya.

Penyerangan itu membuat mata kiri Novel rusak parah. Ia hampir buta dan harus menjalani rangkaian operasi di Singapura. Sampai saat ini, bekas penyiraman ini masih terlihat di area mata Novel. (jp)

  • Dipublish : 11 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami