305 Anak Dicabuli, KPAI Minta Pengawasan Hotel Diperketat

ILUSTRASI: Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto (Dok JawaPos.com)
ILUSTRASI: Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto (Dok JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperketat pengawasan dan kontrol terhadap hotel di Jakarta. Hal menyusul terjadinya pencabulan ratusan anak yang dilakukan oleh Francois Abello Camille (FAC) atau Frans, 65. Karena diketahui, aksi bejat tersebut dilakukan oleh pelaku di 3 hotel berbeda.

“Karena diduga kasus ini TKP-nya di hotel makanya tentu ini jadi warning (peringatan) kita semua dan juga untuk Pemda melakukan pengawasan dan kontrol terhadap hotel, penginapan, tempat hiburan yang ada di lingkungan kita,” kata Susanto, Jumat (10/7).

Dia menjelaskan, peristiwa semacam ini bisa terjadi karena ketidaktahuan manajemen hotel terhadap aktivitas pengunjungnya. Dengan adanya peningkatan pengawasan, diharapkan gerak-gerik mencurigakan pengunjung bisa lebih mudah terdeteksi.

“Tidak menutup kemungkinan managemennya tidak tahu tapi tampaknya ini terjadi. Ini penting sekaligus meningkatkan kontrol internal bagi managemen hotel agar anak-anak kita tidak jadi objek seksual,” jelasnya.

Susanto pun mendorong kepada jajaran kepolisian agar terus bekerja mendeteksi kasus-kasus ekploitasi anak. Sebab, kejahatan ini sangat menbahayakan kehidupan dan masa depan seorang anak.

“Ini jadi pemantik bagi orang tua masyarakat untuk saling kerjasama, kalaupun bukan anak kita tapi kemudian di area kita melihat gerak gerik yang mengarah pada eksploitasi seksual kita harus aware (peduli),” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini jajaran Polda Metro Jaya menangkap warga negara asing (WNA) asal Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans, 65, karena diduga menyetubuhi 305 bocah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kasus terungkap berdasarkan laporan masyarakat setelah curiga seorang korban ditawari pekerjaan sebagai model oleh pelaku. Korban diajak ke sebuah hotel dengan iming-iming melakukan sesi pemotretan.

“Untuk korban sebanyak 305 anak ya. Kalau anak ini bisa dikatakan anak dibawah umur berumur 18 tahun min 1 hari,” Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7).

Nana menuturkan, korban kerap kali berburu korban di tempat keramaian. Seperti mal atau bahkan di jalanan. Mereka yang tergiur, maka akan diajak ke hotel, lalu dirias sebelum disetubuhi. (jp)

  • Dipublish : 10 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami