32 Ribu ASN Bakal Kembalikan Bansos, Risma Siapkan rekening

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Istimewa)
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Bantuan sosial (bansos) yang diterima ribuan aparatur sipil negara (ASN) akan dikembalikan melalui rekening yang tengah disiapkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Berdasarkan data hingga Desember 2021 dilaporkan ASN penerima bansos yang datanya dikembalikan ke pemerintah daerah berjumlah 32.568 orang.

Total penerima bansos dianggap tidak layak berjumlah 1.100.215 orang.

Sementara melalui data geo-tag yang dinyatakan tidak layak berjumlah 29.137 orang.

Selanjutnya data penerima bansos yang layak sebanyak 53.623 orang.

“Kami telah melakukan perbaikan data untuk mengeliminasi ASN penerima bansos, sehingga dapat dialihkan kepada yang lebih membutuhkan,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, Jumat 21 Januari 2022.

Risma tak menyebut rincian dana yang akan diterima oleh pemerintah dari hasil pengembalian bansos tersebut. Dia hanya menyebut pendataan PNS penerimaan bansos akan diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing.

Sebelumnya Kemensos menemukan sebanyak 31.624 PNS aktif terdaftar sebagai penerima bansos dari Kementerian Sosial. Temuan itu didapati ketika Kemensos melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada November 2021.

Setelah pemutakhiran DTKS pada Januari 2022 ini, Kemensos mencatat PNS penerima bansos bertambah menjadi 32.568 orang.

Selain itu, Risma juga mengaku telah memperbaiki data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dengan penambahan data dari korban terdampak bencana alam di Indonesia.

“Kendati begitu, perbaikan DTKS tetap merupakan wewenang dari pemerintah daerah, sesuai UU 13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin,” ujarnya.

Risma menambahkan, verifikasi DTKS juga tidak hanya mengandalkan fitur “usul” dan “sanggah” dari aplikasi Cek Bansos.

Hal itu melainkan dilakukan pemerintah daerah dan tingkat kesejahteraan penerimaan bansos dipantau melalui citra satelit untuk melihat rumah penerima manfaat.

Risma juga mengatakan, telah memperbaiki DTKS dengan penambahan data dari korban terdampak bencana alam di Indonesia.

Saat ini, perbaikan dilakukan dengan memasukkan data korban Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru.

“Ini lagi proses untuk perbaikan data. Data penambahan dari bencana mungkin seminggu lagi bisa ‘fix'”, imbuhnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 21 Januari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami