5 Ambulans DKI Diamankan Polisi, Ini Kata Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Sebanyak 5 unit ambulans milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diamankan Polda Metro Jaya saat kerusuhan pelajar di sekitar gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta. Kendaraan medis ini diciduk lantaran diduga membawa batu dan bensin untuk menyokong aksi demonstrasi.

Menanggapj itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada polisi. Namun, dia menyakini, para tenaga medis sudah bekerja sesuai dengan tugasnya. Dan tidak ada perbuatan seperti yang dituduhkan kepada mereka.

Polda Metro Jaya Sita Mobil Ambulans Milik Pemprov DKI, Ini Penyebabnya

“Terkait keberadaan 4 ambulan PMI dan 1 milik DKI yang sedang diproses di Polda. Kita tunggu prosesnya. Tapi kami berkeyakinan petugas ini menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP yang ada,” ujar Anies di Balaikota Jakarta, Kamis (26/9).

Anies menjelaskan, petugas medis ini membawa misi mulia di tengah aksi unjuk rasa. Mereka menolong masyarakat yang terluka akibat bentrokan. Bahkan, aparat keamanan juga turut dibantu bagi yang mengalami luka. “Bagi seluruh petugas kesehatan siapapun yang membutuhkan bantuan medis maka mereka akan dibantu. Baik itu aparat keamananan, warga masyarakat baik itu demonstrans. Semua adalah sama statusnya,” terangnya.

Oleh karena itu, Anies menilai itu bukan pekerjaan mudah. Para tenaga medis ini harus mampu bertindak secara benar dalam memberikan pengobatan di tengah situasi yang menegangkan. Dalam kondisi seperti ini, dia menganggap potensi terjadinya fitnah dari oknum tertentu terbuka lebar.

“Di saat orang menjauh, petugas ambulan mendekat. Saat semua orang menhindari petugas ambulan mendekat. Ini bukan sesuatu yang gampang dan kerja yang sederhana. Potensi mereka kena fitnah ada. Mereka bekerja di tempat orang yang menjauhi,” tegasnya.

Atas dasar itu, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu tetap memberikan apresiasi terhadap seluruh petugas medis yang bekerja dintengah aksi unjuk rasa. Di sisi lain, dia menerangkan. Di dalam setiap ambulan terdapat 3 tenaga medis. Yakni sopir, dokter dan paramedik.

Diketahui, akibat kerusuhan semalam, Pemprov DKI mencatat ambulans yang diturunkan banyak mengalami kerusakan berupa kaca pecah. Bahkan ada sopir yang terluka akibat terkena lemparan batu.

Sementara itu, Penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan kepada beberapa pihak Palang Merah Indonesia (PMI) terkait kejadian ini. Belasan pihak PMI juga telah berdatangan ke gedung Jatanras, Polda Metro Jaya. Namun, mereka enggan memberikan keterangan apapun termasuk tudingan ambulan tersebut membawa batu dan bensin.

“Nggak tahu kita (soal tudingan bawa batu dan bensin). Kita nggak bisa komentar ya,” kata salah seorang petugas PMI yang enggan disebut namanya saat menjalani pemeriksaan.

Di Polda Metro Jaya sendiri terpantau ada 8 unit ambulans yang terparkir di beberapa titik. Tujuh ambulan berkelir putih, sementara satu ambulan berkelir silver. Namun, belum ada keterangan resmi apakah kendaraan ini bagian yang diamankan dalam aksi kerusuhan semalam.

Sebelumnya, 5 mobil ambulans milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diduga mengangkut batu dan bensin dalam aksi kerusuhan pelajar STM, Rabu (25/9) kemarin. Oleh sebab itu, mobil itu saat ini disita penyidik dari Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan kejadian itu. Diketahui, mobil ambulans itu diamankan pada Kamis (26/9) dini hari tadi. Mobil diamankan di Pintu Tol Pejompongan. Polisi membenarkan adanya kejadian ini. “Ya, benar (ada kejadian tersebut),” tutur Argo saat dikonfirmasi,

Kini mobil telah disita dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Saat diamankan, polisi juga mendapati sopir yang membawanya. Si sopir hingga kini masih diperiska intensif. Ada dugaan benda-benda yang ada dalam ambulan itu mau dipakai membuat bom molotov. (jp)

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 26 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami