5 Kluster Baru COVID-19 dalam Sepekan, Ada Cluster Ibadah Tarawih

PATUHI PROKES. Seorang jamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta dengan menggunakan masker. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
PATUHI PROKES. Seorang jamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta dengan menggunakan masker. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Jaringanmedia.co.id, JAKARTA – Masyarakat dinilai sudah mulai mengabaikan protokol kesehatan (prokes). Dalam sepekan terakhir, Kementerian Kesehatan menemukan adanya kluster lima baru. Yaitu perkantoran, buka puasa bersama, tarawih, mudik dan takziah.

“Pekan ini muncul berbagai kluster. Ada perkantoran, ada buka puasa bersama, Tarawih di Banyumas, mudik di Pati hingga takziah di Semarang,” kata Juru Bicara COVID-19 Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Jumat (30/1).

Siti mengatakan kemunculan kluster baru sangat mengkhawatirkan. Sebab tingkat penyebaran virus yang bersifat masif. Sehingga jumlah warga yang positif terinfeksi COVID-19 meningkat dalam waktu singkat.

Situasi itu bisa terjadi karena dalam waktu singkat terjadi interaksi tanpa menjalankan protokol kesehatan. Pemicu kluster baru di antaranya kelalaian masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Mulai abai prokes ada indikasi lonjakan corona di indonesia

“Salah satunya saat melaksanakan ibadah Tarawih berjamaah. Seperti yang terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 51 jamaah shalat Tarawih tertular COVID-19 pada dua masjid yang berbeda. Ini karena ada satu jamaah yang positif ikut shalat berjamaah,” paparnya.

Siti Nadia berpesan kebijakan relaksasi yang diberikan pemerintah terhadap aktivitas ibadah, tetap diiringi kepatuhan terhadap protokol kesehatan secara ketat.

Yang kedua, lanjut Siti Nadia, aktivitas buka puasa bersama. “Pada prinsipnya makan dan berbicara pada saat makan bersama menjadi faktor yang sangat memungkinkan terjadinya penularan,” jelasnya.

Faktor ketiga, akibat adanya kluster lain. Termasuk perkantoran, takziah, hingga aktivitas mudik bersama. “Harus dilakukan dengan protokol kesehatan untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.(fin/jm)

  • Dipublish : 1 Mei 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami