6 Laskar FPI Tewas Ditembak, Fahri Hamzah Desak Mahfud MD Bersikap: Ini Bisa Jadi Bom Waktu

Fahri Hamzah (Foto by Fanpega Facebook Fahri Hamzah)
Fahri Hamzah (Foto by Fanpega Facebook Fahri Hamzah)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA- Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Fahri Hamzah menilai, kejadian penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) itu, akan menyimpan trauma bagi bangsa.

Kejadian itu berpotensi menjadi bom waktu. Maka itu, Fahri Hamzah mendesak pemerintah dan DPR RI agar berikan bersikap dan bentuk tim investigasi.

“Berbahaya sekali sebuah bangsa menyimpan trauma, itu seperti bom waktu atau api dalam sekam. Maka, yang terbaik adalah memberi penjelasan tuntas,” ujar Fahri Hamzah dilansir akun twitternya, Kamis (10/12).

“Jika ingin memuaskan logika publik maka investigasi harus dilakukan. Anggota @DPR_RI jangan diam. Kita mau bangsa kita damai,” katanya lagi.

Eks wakil ketua DPR RI mengatakan, seharusnya ada keterangan dari pemerintah dalam hal ini Menkopolhukam, Mahfud MD bahwa ini kejadian luar biasa.

“Soal penembakan rakyat, seharusnya ada keterangan cepat dan tuntas dari menteri kordinator @PolhukamRI yaitu bapak @mohmahfudmd. Kita kenal beliau dan pasti beliau mengerti bahwa ini kejadian luar biasa di bidang polhukam. Jangan adem ayem sebab rakyat sedang merasa,” kata Fahri.

Politikus asal NTB ini mengatakan, kejadian penembakan itu tidak bisa didiamkan hingga publik melupakannya. Jika negara tidak tampil untuk bersikap, maka kejadian ini akan jadi trauma.

“Ada anggapan seolah kalau “dialihkan” atau “didiamkan” ini akan hilang dengan sendirinya. Ini keliru, publik itu punya daya ingat semacam “memori kolektif”. Kalau memori ini menumpuk tanpa klarifikasi, atau negara tak membuatnya terang, maka ia akan tersimpan sebagai trauma,” cetus Fahri Hamzah.

Diketahui, hingga kini dari pihak pemerintah hanya bungkam dengan kejadian penembakan 6 warga sipil itu. Banyak pihak yang mendesak pemerintah bicara sekaligus membentuk tim investigasi. Sebab saat ini ada dua versi kronologi kejadian yang berbeda. (dal/fin). 

  • Dipublish : 10 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami