6 Polisi Pembawa Senpi Demo Mahasiswa UHO Kendari Segera Disidang

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

KENDARI,– Tim Investigasi Polri masih mendalami tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sultra, Randi dan M Yusuf saat demo menolak RUU KPK dan RUU KUHP di Gedung DPRD Sultra.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Golden mengatakan bahwa kasus tersebut masih berjalan dan akan secepatnya akan diketahui hasilnya. Pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (labfor) terkait tiga selongsong dan proyektil peluru yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kita masih menunggu (hasilnya),” katanya, Minggu (6/10).

Terkait enam polisi pembawa senjata api saat pengamanan aksi demo mahasiswa juga masih menjalani pemeriksaan. Keenam polisi dari Polda Sultra dan Polres Kendari tersebut berinsial DK, GM, MI, MA, H dan E. Mereka kedapatan membawa senjata laras pendek jenis SNW dan HS.

“Masih dilakukan pemberkasan,” jelas Harry.

Jika nantinya pemeriksaan sudah selesai. Maka keenam polisi tersebut akan menjalani sidang.

“Segera diajukan ke sidang disiplin,” katanya.

Tim Investigasi Polri memastikan enam polisi yang ditugaskan mengamankan demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Sultra, terbukti membawa senjata api.

Demo yang terjadi Kamis 26 September lalu berujung ricuh. Dua mahasiswa meninggal akibat tertembak, sedangkan satu warga menjadi korban peluru nyasar.

“Kami tetapkan enam anggota jadi terperiksa karena saat unjuk rasa membawa senjata api,” ujar Kepala Biro Provost Divisi Propam Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo, Kamis (3/10).

Menurut dia, tim investigasi masih memeriksa keenam polisi tersebut.

“Ini kami dalami kenapa senjata itu dibawa saat pengamanan unras, padahal sudah disampaikan oleh kapolri untuk tidak bawa senjata,” ujarnya.

Hendro mengatakan, dalam olah TKP di Jalan Abdullah Silondae, Kendari, polisi menemukan tiga buah selongsong peluru di saluran drainase di depan kantor Disnakertrans Sultra, Sabtu (28/9).

Seperti diketahui Randi tewas tertembak dalam demo berujung bentrok dengan polisi di depan Gedung DPRD Sultra, Kendari. Gabungan tim dokter forensik yang melakukan otopsi memastikan Randi tewas karena terkena peluru tajam.(fin)

  • Dipublish : 7 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami