6 Suspect Baru Virus Korona Diisolasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Enam pasien terduga atau suspect Covid-19 masuk ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Mereka masuk sejak Senin (2/3) malam hingga Selasa (3/3) pagi.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengataka enam pasien yang sedang diisolasi sebagai suspect Covid-19 setelah mengalami gejala demam dan batuk.

“Tadi (Senin) malam ada pasien baru masuk empat orang, pagi ini (kemarin -red) dua orang lagi, dari rujukan rumah sakit lain,” katanya, Selasa (3/3).

Empat yang masuk ruang isolasi pada Senin malam, tiga di antaranya pernah melakukan kontak dengan dua warga Indonesia yang positif Covid-19.

“Satu orang lainnya baru pulang dari negara yang memiliki kasus Covid-19, kata Syahril,” katanya.

Dua suspect lainnya, memasuki ruang isolasi pada Selasa pagi setelah dirujuk dari rumah sakit lain di Jakarta.

“Hasil tes dari keenam orang tersebut baru akan keluar besok (Rabu 4/3 -red),” kata dia.

Terkait dua pasien yang positif Covid-19, Syahril mengatakan telah berangsur membaik.

“Alhamdulillah kedua pasien positif corona ini kondisinya membaik, jadi dia bisa berkomunikasi dengan baik, demam tidak ada lagi, tinggal sedikit batuk, tidak sesak napas, makan, oke, dan berkomunikasi (dengan) bagus,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah soal Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan pemeriksaan terhadap 155 spesimen untuk deteksi infeksi virus corona atau Covid-19. Dua pasien dinyatakan positif Covid-19.

“Dari 155 spesimen dari 155 orang, dua positif COVID-19, empat masih kita konfirmasi ulang, dan sisanya yang lain negatif,” katanya.

Empat spesimen dari 155 spesimen itu akan diperiksa ulang untuk memastikan dengan berbagai metode termasuk dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Sementara, hasil pemeriksaan 149 spesimen dari 155 spesimen itu adalah negatif COVID-19.

Yuri yang merupakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes menjelaskan 155 spesimen tersebut dikirim dari 35 rumah sakit di 23 provinsi di Indonesia.

“Jumlah yang saya rilis itulah jumlah pasien dalam pengawasan yang diambil spesimennya untuk diperiksa,” tuturnya.

Dua spesimen yang positif Covis-19 itu berasal dari dua warga yang tinggal di Depok, Jawa Barat, dan yang saat ini sedang dirawat di RSPI Sulianti Saroso DKI Jakarta.

Sementara dua hasil negatif dari 155 spesimen merupakan dua orang yang tinggal dengan dua orang positif Covid-19 itu. Dua orang negatif itu adalah kakak dan asisten rumah tangga dari perempuan berusia 31 tahun itu.

Yuri menambahkan dalam upaya memberikan respon cepat terhadap perkembangan penyebaran virus corona, Kemenkes menambah 10 laboratorium pemeriksaan di berbagai daera

“Sekarang di 10 tempat ini bisa dilakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction),” katanya.

10 laboratorium pemeriksaan tersebut tersebar di empat Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Banjarbaru serta enam Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, Medan, Palembang, Makasar, Manado, dan Ambon.

“Pemeriksaan spesimen dengan PCR itu akan kita sebarkan tidak hanya di Balitbangkes tapi sampai Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit,” ujar dia.

Sementara itu, sudah ada 132 rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia yang berasal dari rumah sakit pemerintah, BUMN, hingga swasta. Dengan total rumah sakit rujukan itu, ada 285 tempat tidur isolasi di ruangan bertekanan negatif baik yang disediakan rumah sakit pemerintah maupun swasta, dengan rincian 93 tempat tidur disiapkan swasta dan 192 tempat tidur disediakan pemerintah.(gw/fin)

  • Dipublish : 4 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami