6 Tahapan yang Harus Dilakukan Sekolah Sebelum Pembelajaran Tatap Muka

ilustrasi sekolah tatap muka. (JawaPos.com)
ilustrasi sekolah tatap muka. (JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud Jumeri meminta seluruh sekolah yang guru serta tendiknya telah divaksin dua kali segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sekolah diminta tidak perlu menunggu hingga 12 Juli mendatang.

“Segera laksanakan PTM terbatas demi mencegah makin besarnya loss learning,” kata Jumeri dalam taklimat media daring, Kamis (8/4).

Dia mengibaratkan SKB 4 menteri sebagai sebuah restoran. Selama masa pandemi, restoran ini tetap buka hanya melayani take away saja. Setelah semua kokinya divaksinasi, maka restoran ini wajib membuka opsi makan di restoran. Siapa yang harus ke restoran, menjadi keputusan konsumen.  Keputusan untuk ke sekolah, kata Jumeri, merupakan kewenangan orang tua.  Baca Juga: Pak Ganjar Gerah Lihat Guru Tak Pakai Masker saat Pembelajaran Tatap Muka “Kalau merasa sudah mantap, maka anaknya bisa diizinkan ke sekolah,” ucapnya. Jumeri menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilakukan sekolah agar para peserta didik merasa aman ketika melaksanakan PTM terbatas:

1. Ada gugus tugas di sekolah di antaranya personil internal dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kelurahan, dan orang tua siswa.

2. Sekolah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk memastikan anak-anak dan guru-guru aman seperti menyiapkan toilet bersih dan air bersih.

3. Setiap kelas harus ada tempat cuci tangan.

4. Sekolah menyediakan thermogun agar bisa memfilter orang yang masuk ke sekolah. “Ketika ditemukan suhu personilnya melebihi batas, silakan diisolasi agar tidak kemudian masuk ke lingkungan sekolah,” ujar Jumeri.

5. Sekolah wajib menyiapkan masker dan hand sanitizer cadangan ketika warga sekolah lupa membawa.

6. Sekolah menyiapkan prosedur operasional standar (POS) untuk mengarahkan, membimbing, dan memandu warga sekolah agar bisa berperilaku sehat.  “Persiapan berangkat dari rumah, di kendaraan bagaimana, pemeriksaan di sekolah, jika panas tinggi, sakit harus di rumah,’ ujarnya. Untuk komorbid, lanjutnya, harus bertahan di rumah. Sekolah menyiapkan sarana promosi edukasi di lingkungan sekolah untuk mengingatkan warga sekolah agar menjaga 5M,” pungkas Jumeri. (esy/jpnn)

  • Dipublish : 10 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami