8 Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Dinas di Papua

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan (Puspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko saat jumpa pers. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan (Puspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko saat jumpa pers. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id – Tim Investigasi Gabungan TNI AD menetapkan 8 oknum anggota TNI sebagai tersangka kasus pembakaran Rumah Dinas Kesehatan di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Pembakaran ini diketahui terjadi pada 19 September 2020 lalu.

Seperti diberitakan PojokSatu (Jawa Pos Group), Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko mengatakan, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Kapten Inf SA, Letda Inf KP, Serda NFA, Sertu S, Serda IS, Kopda BP, Pratu MI, dan Prada NHC.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah Tim Investigasi Gabungan TNI AD dan Kodam XVII Cenderawasih menyelesaikan penyelidikan dan penyidikan. Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa 12 anggota TNI AD dan 1 warga sipil.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan alat bukti maka penyidik menyimpulkan dan menetapkan 8 orang sebagai tersangka,” kata Dodik di Mapuspomad, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Dodik memastikan, penetapan tersangka ini sudah memenuhi alat bukti cukup. Para tersangka dijerat Pasal 187 (1) KUHP tentang pembakaran dan Pasal 55 (1) KUHP tentang perbuatan tindak kejahatan.

Saat ini Tim Investigasi tengah melengkapi berkas perkara. Setelah itu akan dilimpahkan ke Korditur Militer III 19 Jayapura. “Akibat pembakaran, rumah dinas kesehatan di Hitadipa diperkirakan menelan kerugian materiil sebesar Rp 1,3 miliar,” imbuh Dodik.

Sementara itu, Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Mohammad Munib menambahkan, TNI AD akan bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami.

Ia mengatakan, sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa Rumah Dinas Kesehatan akan dibangun ulang dengan biaya dibebankan kepada TNI AD.

“Kekuatan untuk membangun kembali rumah yang dihuni oleh enam kepala keluarga itu akan kita kerahkan 30 orang. Perkiraan kita dengan 30 orang itu akan selesai dalam waktu 90 hari kerja atau dalam tiga bulan. Karena ini urgent jadi rencana kita mulai minggu depan sudah action, sudah ada kegiatan pembangunan kembali,” pungkas Munib. (jp)

  • Dipublish : 13 November 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami