9 Titik Masuk Kabupaten Cirebon Bakal Disekat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

CIREBON – Pemkab Cirebon sedang mengkaji opsi penyekatan wilayah untuk menekan dan mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Rencananya ada 9 titik akan dijaga ketat dan diberlakukan pembatasan oleh petugas gabungan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon Drs H Imron MAg. Menurutnya opsi tersebut masih dikaji agar saat pelaksanaannya sesuai dengan harapan dan hasilnya bisa maksimal. “Rencana memang begitu, ada penyekatan. Tadi saya sudah ngobrol dengan kapolresta. Rencananya ada 9 titik yang dilakukan penyekatan. 9 titik masuk ke Kabupaten Cirebon,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Menurut Imron, opsi penyekatan tersebut rencananya untuk mengantisipasi perantau dan pemudik yang pulang ke Cirebon atau nantinya hanya melintas di Kabupaten Cirebon. “Wilayah kita ini kan selain daerah tujuan, juga merupakan wilayah lintasan bagi pemudik yang nanti pulang ke Jawa Tengah. Nah untuk teknis detailnya nanti ke Pak Kapolresta ya,” imbuhnya.

Sementara itu, sampai dengan saat ini jumlah pemudik yang pulang kampung ke Kabupaten Cirebon yang saat ini berstatus orang dengan resiko (ODR) berjumlah 26.395 orang. Angka tersebut terdiri dari 25.599 pemudik dari dalam negeri dan 796 pemudik dari luar negeri atau PMI (Pekerja Migran Indonesa).

Untuk PDP yang saat ini masih dirawat berjumlah 11 orang, di mana total awalnya 39 orang, 21 PDP sembuh dan sudah pulang, sementara 7 orang lainnya meninggal dunia. Untuk OTG sendiri saat ini ada tambahan 19 orang dari tracing kontak erat pasien ketiga yang terkonfirmasi positif virus corona.

Untuk ODP yang selesai dipantau berjumlah 108 orang. Total jumlah ODP selama ini sebanyak 150 orang, di mana 40 orang masih dalam pantauan dan sisanya 2 orang meninggal dunia dengan status ODP. (dri/fin)

  • Dipublish : 17 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami