Abd Wahab Tahir : Baru Periode Ini Para SPG Takut Datang ke DPRD Makassar

Anggota DPRD Makassar bersantai di ruang Komisi, Kamis, 19 September.
Anggota DPRD Makassar bersantai di ruang Komisi, Kamis, 19 September.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Beberapa incumbent DPRD Makassar melihat ada hal yang berbeda di periode 2019-2024 ini. 

Anggota DPRD Makassar tiga periode, Abd Wahab Tahir, berpendapat, baru periode ini tidak banyak yang datang sales promotion girl (SPG). Biasanya, kata dia, usai pelantikan sudah banyak SPG yang datang menawarkan beragam produk jualannya.

“Syukur juga untuk periode ini ada yang berbeda, karena sudah tidak ada SPG yang datang,” kata Wahab di Ruangan Komisi A DPRD Makassar, Kamis, 19 September.

Wahab yang ditunjuk sebagai Ketua Fraksi Golkar itu menilai, efek tidak adanya lagi SPG lantaran perempuan-perempuan yang lolos tersebut semuanya wanita tangguh.

“Itu tadi yang saya katakan, kami juga merasa terbantu. Mana berani SPG datang kalau perempuan-perempuan yang lolos sebagai wakil rakyat ini orang hebat semua, pasti ketakutan,” jelasnya di depan para legislator yang hadir.

Para  legislator perempuan adalah, Dapil V Mamarita penyumbang terbesar legislator perempuan yakni 6 orang. Mereka adalah Hj Muliati (PPP), Irmawati Sila  (Hanura), Kartini (Perindo), Budi Hastuti (Gerindra), Yeni Rahman (PKS) dan Nurul Hidayat (Golkar).

Sedangkan  Dapil 1 mengutus tiga wakil perempuan. Masing-masing Apiaty K Amin Syam (Golkar) PDIP diwakili Andi Suhada Sappaile dan dari Partai Demokrat, Rezki.

Dapil 2 dan 3 sama-sama meloloskan dua wakil perempuan. Mereka adalah Fatma Wahyuddin (Demokrat) dan PKS diwakili Andi Astiah untuk Dapil 2. Di Dapil 3 ada nama Galmerrya Kondorura (PDIP) dan Nunung Dasniar (Gerindra).

(taq/fajar.co.id)

  • Dipublish : 19 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami