Air PDAM Tidak Mengalir, Warga Tellu Limpoe Hanya Beli Angin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SIDRAP — Warga Kelurahan Massepe dan Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap mengeluhkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sidrap. Pasalnya, sudah sebulan lebih air PDAM di wilayah itu tidak mengalir. Bahkan, parahnya meski air tak mengalir warga tetap diminta membayar iuran bulan.

Tasman salah seorang warga Desa Teppo mengatakan, masyarakat setempat saat ini sangat kesulitan mendapatkan air bersih utamanya PDAM Sidrap. “Sudah sebulan lebih air PDAM Sidrap di wilayah ini tidak mengalir sehingga warga sangat kesulitan air bersih, apalagi disaat musim kemarau berkepanjangan ini,” ucapnya.

Yang dikeluhkan lagi warga saat ini, kata dia adalah pembayaran iuran bulanan PDAM, padahal tidak setetes pun air yang keluar dari kerang pipa hanya angin yang keluar. “Ini kami heran hanya angin yang keluar dari kerang pipa, namun juga tetap diminta membayar iuran bulanan. Baru-baru ini kami bayar Rp52 ribu,” kesalnya.

Dikatakannya, bahwa meski air PDAM tidak digunakan tetap ada iuran perbulan sebesar Rp38 ribu, ditambah jika setiap membuka kerang air. Lebih jauh, Tasman mengaku bahwa untuk minum dan memasak warga hanya membeli air galon setiap hari. Sedangkan untuk mandi dan mencuci warga mengandalkan air dari sumur galian dan sungai.

Dia pun berharap agar persoalan tersebut segera teratasi dengan baik sehingga warga tidak mengeluhkan lagi hal itu. Murni salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di daerah itu juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku sejak tidak adanya air PDAM yang mengalir, setiap hari pagi dan sore selalu mengantri di sumur galian dengan ukuran 2 meter persegi. “Setiap sudah sholat shubu utamanya anak-anak sekolah itu langsung ke sumur dekat sungai untuk antri mandi. Begitu juga kalau sore, ibu-ibu juga antri untuk mengambil air,” ucapnya.

Kepala Kelurahan Massepe, Makmur Ali sudah mengetahui keluhan warganya itu. Dirinya saat ini tengah berusaha semaksimal mungkin untuk berupaya mengatasi hal itu. “Kami tengah berupaya untuk mengatasi hal itu dengan berkoordisi dengan pemerintah daerah serta PDAM Sidrap, utamanya dalam pengadaan air bersih,” singkatnya.

Selain di Kecamatan Tellu Limpoe, warga Pangkajene, Kecamatan Maritenggae juga mengeluhkan air PDAM Sidrap yang diduga hitam. Terpisah, Direktur PDAM Sidrap, Zul Asqar T saat dikonfirmasi mengenai hal itu membantah jika air PDAM Sidrap di wilayah Kecamatan Maritengae, hitam. “Itu tidak benar, ada parameter mengukur kualitas air di rumah saya. Kalau itu hitam airnya, pasti hitam semua juga airnya di wilayah Pangkajene,” katanya.

Dikatakannya pula bahwa terkait adanya keluhan warga itu, dirinya akan tetap mengecek hal itu. “Tolong potokan air yang hitam itu dimana lokasinya, nanti saya cek langsung,” ujarnya. Sementara terkait persoalan di Kecamatan Tellu Limpoe, lanjut Sekretaris PDAM Makassar yang punya banyak pengelaman di bidang PDAM itu mengaku akan segera mengatasinya.

Dikatakannya, bahwa saat ini adalah musim kemarau dan air sekarang terbagi. “Saat ini kami telah mengupayakan pembagian air dulu. Di Makassar saja bos, itu di bili-bili hampir kering, Maro juga begitu, apalagi kalau Sidrap,” ucapnya. Saat ini, lanjut dia terus berupaya bagaimana pelayanan PDAM Sidrap bisa maksimal.

Sekarang ini, katanya mau melakukan pengambilan air di sumur PDAM dengan menggunakan mobil tangki untuk dibagi ke pelanggang. Namun kendalanya, kata dia mobil tangki PDAM tidak ada sementara mengusahakan pengadaan mobil tangki untuk antisipasi daerah-daerah kekeringan khususnya wilayah pelanggang PDAM. (ira/ade)

 

Sumber: parepos.fajar.co.id

  • Dipublish : 3 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami