Akhir November, KPU Makassar Targetkan Surat Suara Selesai Cetak

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MAKASSAR — Surat suara untuk pelaksanaan Pilwalkot Makassar sementara dicetak. Semua paslon dipastikan telah menyetujui spesimen surat suara. KPU Makassar segera melakukan proses pencetakan untuk surat suara yang akan dipakai pada Pilwalkot Makassar 9 Desember mendatang.

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar menegaskan saat ini hampir tak ada lagi kendala untuk segera mencetak surat suara. Apalagi spesimen surat suara sudah dilihat dan disetujui oleh empat paslon.

”KPU Makassar telah mendatangi paslon di poskonya masing-masing untuk penandatanganan spesimen surat suara, sebelum surat suara dicetak,” ungkap Gunawan, Selasa (3/11/2020).

Gunawan menyampaikan KPU Makassar jauh sebelum spesimen surat suara dicetak, pihaknya telah melakukan koordinasi untuk perbaikan tampilan nama, foto dan hal teknis lainnya sehingga bisa dipastikan tak ada komplain dari para paslon.

Selain itu, kata Mantan Ketua AJI Kota Makassar ini, ukuran kertas suara yang akan digunakan berukuran 36×23 cm. Lalu, foto paslon didalam kertas surat suara tidak mengenakan masker dan tidak menggunakan ornamen atau simbol.

Untuk gambaran umum foto paslon di kertas suara, kata Gunawan, paslon nomor urut 1 Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati mengenakan pakaian kebanggaan warna oranye.

Fatmawati Rusdi tetap mengenakan jilbab dan Danny tidak memakai peci. Sedangkan Paslon nomor urut 2, Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando mengenakan kemeja putih dan kompak memakai peci warna hitam.

Dan paslon nomor urut 4 Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun kental dengan simbol Bugis-Makassar sehingga mengenakan pakaian ala bugis dan songkok recca.

Di sisi lain pihaknya menjelaskan jumlah surat suara yang akan dicetak sebanyak daftar pemilih tetap (DPT) yakni 901.097 pemillih, ditambah 2,5 persen untuk cadangan.

Adapun untuk proses pencetakan, Gunawan menyampaikan sudah dalam proses cetak, dan diproyeksi selesai pada akhir November mendatang.

“Cukup banyak yang kita cetak, saya kira selesai akhir November karena kita butuh waktu untuk distribusi juga,” tegasnya.

Komisioner KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi menambahkan masih ada sejumlah daerah yang belum menyelesaikan konsep surat suara seperti Maros sebab ada kendala teknis.

Pihaknya menegaskan tanggal 4 November menjadi tenggat waktu perbaikan spesimen suarat suara sebelum dicetak.

“Surat suara KPU RI yang tender, kita sementara monitoring terus ke kabupaten dan kota yang berpilkada supaya memastikan tak ada masalah sehingga surat suara bisa segera dicetak semua,” bebernya. (endra/fajar.co.id)

  • Dipublish : 4 November 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami