Akhirnya Tol Pandaan-Malang Bertarif

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Akhirnya, masa uji coba pengoperasian jalan tol ruas Gempol-Pandaan dan Pandaan-Malang berakhir. Dua ruas jalan tersebut resmi mulai diberlakukan tarif sejak pukul 00.00 WIB, kemarin (9/8).

Besaran tarif tersebut dijelaskan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 712/KPTS/M/2019 dan Nomor 713/KPTS/M/2019 tanggal 1 Agustus 2019 lalu.

Humas PT. Jasa Marga Pandaan-Malang Agus Tri Antyo mengatakan bahwa sesuai Keputusan Menteri PUPR, tarif dibagi dalam lima golongan kendaraan. Adapun besaran tarif tol jalan Tol Gempol-Pandaan Tahap II (Pandaan IC-Pandaan) yaitu Golongan I Rp1.500, Golongan II Rp2.000, Golongan III Rp2.000, Golongan IV Rp3.000, Golongan V 3.000.

Sementara itu, untuk tarif Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi I-III (Pandaan-Singosari) atau perhitungan tarif jarak terjauh untuk pengguna jalan dari Gerbang Tol (GT) Pandaan menuju GT Singosari yakni untuk Golongan I Rp29.000 (Rp27.500 untuk Jalan Tol Pandaan-Malang dan Rp1.500 untuk Jalan Tol Gempol-Pandaan.

Kemudian untuk Golongan II dan Golongan III Rp43.500 (Rp41.500 untuk Jalan Tol Pandaan-Malang dan Rp2.000 untuk Jalan Tol Gempol-Pandaan). Untuk Golongan IV dan Golongan V Rp58.000 (Rp55.000 untuk Jalan Tol Pandaan-Malang dan Rp3.000 untuk Jalan Tol Gempol-Pandaan).

“Jadi malam ini (kemarin malam, red) kendaraan yang masuk sebelum pukul 00.00 di gerbang tol Pandaan dan keluar pas atau lebih sedikit pukul 00.00 di GT Singosari langsung berbayar sesuai harga tersebut,” ujarnya.

Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki total panjang jalan 38,488 Km. Pembangunannya dilakukan lima seksi. Tiga seksi sudah diresmikan oleh Presiden pada 13 Mei 2019 lalu mencakup Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 Km, Seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8,50 Km dan Seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,51 Km. “Tiga sesi itu malam ini mulai diberlakukan tarif itu,” ujar Agus.

Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang Agus Purnomo mengatakan bahwa untuk seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 Km progresnya sudah 97 persen. Bahkan beberapa waktu lalu sudah dilakukan pra uji laik fungsi (ULF). Direktur Teknik Jasa Marga Pandaan Siswantono menambahkan, pra ULF dilakukan dua hari oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Bina Marga. 31 Juli dan 1 Agustus lalu.

Pra ULF dilakukan untuk memastikan keamanan jalan sudah terpenuhi. Mulai pengecekan guard rail (pagar pengaman jalan), marka, rambu, penerangan jalan umum (PJU), hingga konstruksi. Dalam catatannya, kata Siswantono, ada beberapa guard rail yang masih belum sesuai dan rambu yang masih belum terpasang di beberapa titik. “Saat ini proses kami sedang lakukan untuk melengkapi catatan itu. Kami diberi waktu 10 hari. Target 10 Agustus sudah beres,” katanya.

Saat ditanyai kapan dilakukan ULF oleh tim Kementerian PUPR, Kemenhub khususnya Dirjen Perhubungan Darat, dan Korps Lalu Lintas Polri, Siswanto belum bisa memberikan kepastian. Yang jelas, pihaknya terus berkomunikasi dengan instansi-instansi tersebut untuk memastikan pengecekan fungsi operasional tersebut.

“ULF dilakukan agar ruas tol yang akan dioperasikan itu, benar-benar memenuhi spesifikasi yang ditentukan,” tegasnya. Setelah nanti dinyatakan memenuhi syarat, maka akan keluar sertifikat layak operasi. Baru kemudian menunggu surat keputusan dari PUPR untuk dioperasikan. “Baru setelah itu seksi IV itu bisa difungsikan,” ujarnya.

Siswantono menargetkan bahwa jalan tol yang menghubungkan Singosari-Pakis itu akan mulai beroperasi akhir Agustus mendatang. “Kami juga masih mengejar proses pengaspalan hingga pertemuan dengan jalan arteri Pakis di seksi IV sepanjang 400 meter,” terangnya.

Apakah nanti akan gratis saat awal pembukaan? Dia menuturkan, ada proses sosialisasi tiga sampai empat hari. Setelah itu bakal dikenakan tarif. “Nominalnya sama mengikuti seksi I, II, dan III,” jelasnya.

Sedangkan, untuk progress seksi V Pakis-Madyapuro masih dalam tahap konstruksi. Pengerjaannya sudah 50 persen. “Sebagian sudah dibeton kasar dan sebagian yang sudah betonisasi rigid,” imbuh Agus. Pihaknya juga menunggu proses pembebasan lahan di Madyopuro. Ada sekitar 50 bidang yang belum dibebaskan. Warga pemilik persil di sana tidak sepakat dengan harga yang ditawarkan. Malah meminta harga tiga kali lipat dari harga pemilik lahan lainnya.

“Kita menunggu proses itu kalau sudah beres baru kita bisa bekerja. Masih proses negosiasi. Itu perlu dieksekusi, nanti itu pengadilan,” ujarnya. Agus menjelaskan, bahwa untuk keseluruhan ruas jalan tol Pandaan-Malang akan tuntas tahun 2019.

Besaran Tarif

Jalan Tol GempolPandaan Tahap II (Pandaan ICPandaan):

Golongan I Rp 1.500

Golongan II Rp 2.000

Golongan III Rp 2.000

Golongan IV Rp 3.000

Golongan V Rp 3.000

Gerbang Tol (GT) Pandaan menuju GT Singosari:

Golongan I Rp 29.000 (Rp 27.500 untuk jalan tol PandaanMalang dan Rp 1.500 untuk jalan tol GempolPandaan).

Golongan II dan golongan III Rp 43.500 (Rp 41.500 untuk jalan tol PandaanMalang dan Rp 2.000 untuk jalan tol GempolPandaan).

Golongan IV dan golongan V Rp 58.000 (Rp 55.000 untuk jalan tol PandaanMalang dan Rp 3.000 untuk jalan tol GempolPandaan).

Progres Pengerjaan Jalan Tol PandaanMalang

Seksi I hingga III sudah difungsikan dan mulai bertarif kemarin dini hari.

Seksi IV 97 persen dan tinggal uji layak.

Seksi V di atas 50 persen dan masih ada 50 bidang yang belum dibebaskan.

(ful/fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 10 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami