Akses Fasilitas Umum Dikeluhkan Penyandang Disabilitas

FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDOENSIA NETWORK.
FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDOENSIA NETWORK.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PURWOKERTO – Akses layanan fasilitas umum di Kabupaten Banyumas, khususnya pelayanan di bidang kesehatan seperti di rumah sakit atau puskesmas yang secara khusus melayani penyandang disabilitas masih belum ada. Hal itu berkaitan dengan pelayanan untuk para penyandang disabilitas yang masih disatukan dengan layanan umum.

Apri Hartanto, Pembina Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Banyumas mengatakan, selain layanan secara khusus untuk penyandang disabilitas yang belum ada, juga aksesibilitas untuk menjangkau ke rumah sakit maupun puskesmas masih dirasa sulit bagi para penyandang disabilitas seperti pengguna kursi roda, dan tuna rungu.

“Terus untuk yang tuli itu kan harus ada khusus pemberitahuan, kalau misalnya panggilannya berdasarkan suara, dia pasti tidak dengar. Itu gimana caranya, itu mungkin yang harus dimulai perhatikan baik Dinas Kesehatan maupun rumah sakit, ataupun fasilitas umum,” katanya, Kepada Radar Banyumas, kemarin (9/12).

Berdasarkan data Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Banyumas, terdapat 3.000 penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas, dan untuk anggota yang aktif di PPDI terhitung 250 orang.

Pengalamannya, jika para penyandang disabilitas ingin mengantre menikmati fasilitas layanan umum harus sama dengan warga masyarakat umum lainnya.

“Untuk anggota disabilitas yang sudah ikut kepesertaan BPJS Kesehatan itu kita belum mengetahui jumlah pastinya berapa, tetapi gambaran umumnya teman-teman sudah punya KIS, tapi saya belum tahu berapa. Kalau untuk yang BPJS ada beberapa yang mandiri, tapi itu bagi yang pengetahuan informasinya sudah lumayan. Kan kadang-kadang yang kurang informasi dan sebagainya. Itupun masih mahal harus biaya bulanan.

Sedangkan mereka sendiri itu kan tidak kerja yang penghasilan fix bulanan, hanya wiraswasta dan sebagainya,” tambahnya.

Sementara itu, Anif Saofika Pratama, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kantor Cabang Purwokerto mengatakan, pihaknya memang tidak secara khusus merinci peserta penyandang disabilitas.

“Jadi kami memang tidak secara khusus merinci detail untuk penyandang cacat. Tapi kalau secara prinsip di Banyumas ini yang sudah jadi peserta untuk saat ini sudah 87 persen dari total penduduk se-Banyumas,” pungkasnya.

Menurutnya, untuk fasilitas untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama ada dibawah Dinas Kesehatan.

“Sehingga BPJS hanya bisa mendorong rumah sakit dan puskesmas agar memberikan pelayanan lebih kepada para penyandang disabilitas,” terangnya.

(win)

  • Dipublish : 10 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami