Aktivis HAM Sumut Meninggal, Walhi Sumut Desak Polisi Selidiki Kasus Ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Polri memastikan akan menyelidiki kasus kematian Golfrid Siregar, aktivis HAM dan juga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara. Golfrid meninggal pada Minggu (6/10), di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Sebelum meninggal Golfrid diketahui hilang sejak Rabu (2/10) dan ditemukan tak sadarkan diri di Flyover Simpang Pos Jalan Jamin Ginting, Medan, Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 dini hari. Kondisinya mengenaskan dan barang bawaannya hilang.

“Iya, awalnya itu disebut korban meninggalkan karena tabrak lari. Namun dari hasil pemeriksaan ada barang yang hilang milik korban seperti laptop, handphone dan sebagainya. Dari sinilah, kami melihat ada kejanggalan atas kematiannya yang perlu diselidiki lebih mendalam,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/10).

Asep menuturkan, dalam upaya penyelidikan terhadap kematian korban, kini pihaknya tengah meminta izin pihak keluarga agar jasad korban dapat diautopsi. Sehingga dari situ polisi dapat memastikan penyebab kematiannya.

“Kita terus berupaya untuk melakukan penyelidikan kasus ini, terutama minta izin ke keluarga untuk autopsi. Selain itu juga, kita pun dalami juga keterangan-keterangan saksi di lapangan, serta cek TKP (tempat kejadian perkara) demi menyelidiki kasus yang awalnya diduga kecelakaan,” ujar Asep.

Sebelumnya, berdasarkan informasi, sosok korban yang juga dikenal sebagai advokat lingkungan hidup Walhi Sumatera Utara, ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Dia ditemukan oleh penarik becak yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.

Lalu, oleh penarik becak tersebut, dia dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik. Sementara, dari keterangan pihak kepolisian menyatakan, jika Golfrid menjadi korban kecelakaan tabrakan lalu lintas.

Namun demikian, pernyataan kepolisian itu dibantah oleh Walhi Sumut yang menilai ada banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid. Sebab, kepala korban mengalami luka serius, seperti dipukul keras dengan senjata tumpul.

“Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yang berarti. Sementara itu barang-barang korban, seperti tas, laptop, dompet, dan cincin juga raib,” kata Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan kepada wartawan, Senin (7/10).

Dana menyebutkan, hal itu menunjukkan Golfrid tidak hanya menjadi korban kecelakaan lalu lintas biasa, tapi ada indikasi menjadi korban kekerasan oleh oknum dengan motif tertentu.

“Berkendara di malam hari menjadi sangat berbahaya. Korban alami kekerasan hingga nyawanya terenggut. Hal ini menunjukkan Kota Medan menjadi semakin tidak aman,” katanya.

Atas peristiwa yang dialami oleh korban itu, Walhi Sumut pun mendesak pihak kepolisian segera mengusut tuntas penyebab kejadian yang menimpa Golfrid.

“Jika polisi serius, maka tidak akan sulit untuk mengungkapnya. Hal ini mengingat kejanggalan yang secara kasat mata terlihat, dari luka-luka yang dialami almarhum,” pungkasnya. (fin)

  • Dipublish : 8 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami