Aktor Intelektual Lapangan Kerusuhan Papua Ditangkap

Kantor DPRD Papua Barat, Majelis Rakyat Papua Barat, eks kantor Gubernur Papua Barat dibakar massa saat melakukan aksi damai yang berakhir ricuh. (Axel Refo/Radar Papua)
Kantor DPRD Papua Barat, Majelis Rakyat Papua Barat, eks kantor Gubernur Papua Barat dibakar massa saat melakukan aksi damai yang berakhir ricuh. (Axel Refo/Radar Papua)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Polisi terus memburu pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap kerusuhan di wilayah Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jajarannya kembali melakukan penangkapan kepada pihak yang diduga sebagai aktor intelektual lapangan.

“Sudah ada ditetapkan tersangka baru, pak Kadiv juga sudah menyampaikan atas nama IBL, sebagai tersangka baru. Dia masuk ke dalam kategori sebagai aktor intelektual di lapangan,” ujar Dedi di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/9).

Dedi menuturkan, IBL berperan sebagai penggerak tokoh-tokoh yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang ada di Jawa maupun di Papua. Selain tokoh, sisi akar rumput juga turut digerakan olehnya. Hingga akhirnya terjadi kerusuhan disejumlah wilayah.

Cara IBL menggerakan massa sendiri dengan berbagai motif. Ada yang mengajak secara langsung. Adapula yang melalui media sosial. Polisi saat ini tengah mendalami lebih dalam peran dari tersangka ini. “Ada langsung, secara direct langsung, melalui komunikasi medsos itu kita sedang dalami semuanya,” imbuh Dedi.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

 

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyampaikan, IBL ditangka di wilayah Papua. “Yang bersangkutan ditangkap di Papua ketika akan berangkat ke Wamena,” ucapnya.

Di sisi lain, Dedi menegaskan, polisi akan menuntaskan penegakkan hukum kepada seluruh pihak yang menjadi dalang kerusuhan di Papua. Hal itu sesuai dengan intruksi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. “Sehingga ke depan tidak terjadi lagi kejadian seperti yang terjadi di Papua Barat dan Papua kemarin,” tukasnya.

Sebelumnya, intimidasi yang dialami mahasiswa Papua di Malang, dan Surabaya, Jawa Timur berbuntut panjang. Senin (19/8) pagi kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat dan beberapa titik lain. Sejumlah elemen masyarakat menggelar demontrasi di sejumlah titik. Kontak senjata pun terjadi antara petugas keamanan dengan kelompok perusuh dari Paniai di depan kantor Bupati Deiyai, Rabu (28/8).

Akibatnya 1 orang anggota TNI tewas dan 5 aparat lainnya terkena panah. Total sampai dengan Kamis (5/9), polisi telah menetapkan 87 orang tersangka dalam kerusuhan ini. Mereka terdiri dari pihak yang berada di Papua dan Papua Barat, Jawa Timur, serta DKI Jakarta. (jp)

 

Sumber: jawapos.co.id

 

  • Dipublish : 9 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami