Alhamdulillah, Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Capai 90,5 Persen

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi Covid/19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Presiden Jokowi menyaksikan langsung vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan DKI Jakarta di Istora Senayan, Jakarta. Vaksinasi kali ini difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi Covid/19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Presiden Jokowi menyaksikan langsung vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan DKI Jakarta di Istora Senayan, Jakarta. Vaksinasi kali ini difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Jumlah pasien COVID-19 di Indonesia yang sembuh berada jauh di atas rata-rata Asia dan dunia. Angkanya 90,5 persen. Selain itu, kasus harian Corona juga berkurang drastis. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut hal ini menjadi momentum untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Kita ingat di bulan Januari, kasus harian mencapai 13 ribu, 14 ribu, 15 ribu. Dalam tiga minggu ini, angkanya cukup baik. Naik turun di angka sekitar 6.000, 5.000 dan 4.000. Ini yang harus dijaga dan terus ditekan agar semakin berkurang,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada peserta rapat koordinasi kepala daerah tahun 2021 yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, di Jakarta, Kamis (15/4).

Selain itu, sebanyak 70 juta warga Indonesia ditarget sudah disuntik vaksin COVID-19 pada Juli mendatang. Jokowi mewanti-wanti agar kasus COVID jangan sampai meningkat lagi. “Kita ingin di bulan Juli, paling tidak 70 juta penduduk harus sudah divaksinasi. Nanti kurvanya akan kelihatan turun di bulan Juli kalau vaksinasinya mencapai 70 juta orang,” papar Jokowi

Kepala daerah diminta memantau penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro. Dia menegaskan tidak ada lockdown di kota maupun kabupaten.

“Pertama, lakukan PPKM mikro agar dapat menemukan kasus-kasus baru. Kemudian isolasi lingkungan terkecil sebelum kasus itu menyebar lebih luas. Jangan sampai lockdown kota atau kabupaten. Jika ada kasus terjadi di satu atau dua desa, ya desa itu saja yang diisolasi. Sehingga tidak menyebar ke tempat lain,” tuturnya.

Jokowi juga meminta sosialisasi protokol kesehatan terus digencarkan. Termasuk penanganan kebutuhan obat. “Semua harus dicek. Tidak bisa lagi kerja sambil lalu untuk urusan COVID dan ekonomi,” lanjut Jokowi.

Penanganan COVID-19, kata Jokowi, harus seimbang. Dia mengingatkan untuk tidak terlalu mendahulukan ekonomi tanpa memperhatikan penyebaran COVID-19.

“Jangan sampai mendahulukan ekonomi dan tidak memperhatikan penyebaran COVID. Penanganan pasien harus terus dilakukan secara konsisten. Hati-hati COVID ini bentuknya nggak kelihatan,” pungas Jokowi. (rh/fin)

  • Dipublish : 16 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami