Aliansi Mahasiswa Bone Ancam dengan Massa Lebih Besar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

WATAMPONE — Aliansi Mahasiswa Bone mengancam akan datang dengan massa lebih besar, jika tuntutan mereka tidak dikoordinasikan cepat dengan DPR RI.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Umum HMI Cabang Bone, Pahrian. Menurutnya, apa yang diperjuangkan hari ini benar-benar sampai kepada DPR RI, Presiden RI, dan ditindaklanjuti sebagaimana apa yang menjadi harapan masyarakat Kabupaten Bone.

“Apabila DPRD Kabupaten Bone tidak berkoordinasi secepatnya dengan DPR RI selama 1×24 jam, maka kami akan kembali melakukan konsolidasi untuk aksi yang lebih besar,” tegasnya

Kata Pahrian, untuk pemicu terjadinya pembakaran oleh demonstran Aliansi Mahasiswa Bone dikarenakan respons dari Ketua DPRD sementara, Andi Akbar Yahya yang begitu lambat menerima aspirasi mahasiswa. “Itu karena Ketua DPRD lambat datang,” ucapnya.

Diketahui, sejumlah mahasiswa di Kabupaten Bone yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bone melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Bone, Rabu (25/9/2019).

Ada sekira ratusan mahasiswa yang langsung menyeruduk masuk di ruang rapat paripurna. Langsung memadati ruang rapat, dan naik di atas meja rapat berteriak-teriak. “Revolusi, revolusi”.

Aspirasi yang dibawa oleh Aliansi Mahasiswa Bone tersebut menolak Revisi RUU KPK dan RUU KUHP.

DPRD Bone Di Bakar Mahasiswa

Namun, sangat disayangkan karena kehadiran mahasiswa di Gedung DPRD Kabupaten Bone tidak mendapat respons positif dari Anggota DPRD, terlebih dari Ketua DPRD sementara, Andi Akbar Yahya. Sebab, kedatangannya yang terlambat berujung kepada aksi pembakaran yang dilakukan massa di gedung DPRD Kabupaten Bone.

Wabendum PB HMI, Andi Ridho Utama Ahmad mengatakan, apa yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Bone merupakan wujud luapan emosi demonstran yang tidak mendapat respons dari anggota DPRD, terlebih selaku pimpinan DPRD sudah seharusnya berada bersama para demonstran dari Aliansi Mahasiswa Bone.

“Mereka hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang sudah seharusnya diterima dengan baik, sehingga sebagai wakil rakyat itu sudah menjadi tugas utama anggota DPRD, untuk menerima aspirasi masyarakat yang kebetulan disuarakan para pemuda dan mahasiswa,” katanya.

Kata dia, apa yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Bone terkait pembakaran merupakan kali pertama dan merupakan bukti lemahnya kepemimpinan, Andi Akbar Yahya selaku ketua DPRD Kabupaten Bone sementara.

“Pembakaran yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Bone saya menganggap sebagai akumulasi dari kekecewaan demonstran selama ini,” beber Ridho sapaan karibnya

Maka dari itu, perlunya evaluasi dan penyegaran kepemimpinan dalam internal DPRD Kabupaten Bone, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Apa yang terjadi hari ini harus menjadi bahan evaluasi seluruh anggota DPRD Kabupaten Bone, terkhusus pada struktur kepemimpinannya yang saya rasa butuh penyegaran,” jelasnya. (gun)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 26 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami