Alokasi DAK Fisik Rp16,7 Triliun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp16,7 triliun. Gelontoran dana itu untuk merehabilitasi ruang kelas sebanyak 31.812 ruang di tahun anggaran 2020 nanti. Sejumlah prasarana pendidikan lainya juga akan dibangun dalam waktu bersamaan. Sayangnya, kebutuhan di setiap provinsi sangatlah beragam dan tak bisa tercover seluruhnya.

Menjawab hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Didik Suhardi menuturkan, usulan DAK fisik bidang pendidikan tahun 2020 perlu disinkronisasi di setiap daerah. Ini dilakukan agar penyerapan dana yang bersumber dari APBN bisa maksimal. Senin (5/8) lalu, sudah kita kumpulkan para kelapa dinas pendidikan dalam rakor di Jakarta, ujarnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (8/7).

Dikatakannya, DAK menurut Peraturan Presiden Nomor 141 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik, merupakan dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Penentuan besaran DAK berdasarkan usulan kebutuhan daerah yang selaras dengan prioritas nasional. DAK memiliki tiga lingkup rencana bidang, yaitu DAK regular, DAK afirmasi, dan DAK penugasan, bebernya.

Dikatakanya, penggunaan DAK fisik diharapkan dapat mendukung kebijakan zonasi layanan pendidikan. DAK fisik dalam pagu indikatif dialokasikan sebesar Rp 16,7 triliun. “Ini kita akan sinkronkan antara program pusat dengan daerah yang bisa di-cover melalui APBN dan APBD. Zonasi layanan pendidikan telah dilaksanakan sejak tahun 2019 dan insya allah di tahun 2020 akan lebih fokus lagi karena data-data akan disampaikan pada rakor ini,” jelas Didik.

Hasil rakor ini, lanjut Didik, berupa kesepakatan wewenang penggunaan anggaran untuk peningkatan layanan pendidikan. “Saat rakor, ini akan disepakati daerah mana, lokasi mana yang akan di-cover melalui Pemerintah pusat, dan yang mana yang akan dicover melalui DAK,” ujarnya.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan penggunaan DAK fisik tahun anggaran 2020 agar tepat guna dan tepat sasaran. “DAK fisik agar tepat sasaran, jangan dibantu sekolah yang sudah bagus, atau sekolah yang agak bagus menjadi bagus. Tetapi bantulah sekolah yang sangat jelek dan dibikin menjadi sangat bagus,” ujarnya.

“Karena itu, dananya fokus, jangan diecer. Kalau fokus ke satu sekolah yang membutuhkan bisa itu. Itu membangun dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah, paling jelek, menjadi bagus,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dana afirmasi DAK tahun depan ada dana alokasi untuk mendukung digitalisasi sekolah di wilayah pinggiran. ” Ada hampir 50.000 sekolah SD hingga SMA/SMK yang akan digitalisasi proses belajar mengajarnya di tahun 2019,” ujarnya. Upaya ini, menurut Muhadjir, bertujuan untuk memperkaya materi belajar siswa melalui portal Rumah Belajar Kemendikbud.

(fin/tgr)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 8 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami