Ambulans Laut Jamin Kesehatan Warga Pulau

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – Peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur, Nurdin Abdullah. Pembangunan rumah sakit regional dan penyediaan ambulans laut bagi warga kepulauan adalah sebagian program prioritas gubernur di bidang kesehatan.

Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan penyediaan ambulans gratis ini dimaksudkan untuk memberi pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah kepulauan terutama dalam menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Di Sulsel, ada beberapa kabupaten yang memiliki pulau. Di antaranya Pangkep dan Kabupaten Selayar.

Ambulans laut sebelumnya sudah diserahkan gubernur kepada Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid sebagai kado istimewa Pemprov Sulsel pada HUT ke-59 Kabupaten Pangkep pada Februari 2019 lalu. Dalam waktu dekat, pemprov kembali menambah lima unit ambulans laut. Setiap unit dialokasikan Rp1,2 miliar sampai Rp2,2 miliar. Direncanakan, November mendatang sudah dinikmati masyarakat.

Nurdin menambahkan ambulans ini punya banyak manfaat. Teutama warga pulau. Diapun berharap kabupaten penerima bantuan ambulans tersebut bisa menyiapkan anggaran khusus untuk operasionalnya. “Semoga bisa dimanfaat sebaik mungkin, untuk melayani masyarakat,” harap Nurdin.

Libatkan IDI

Pemprov Sulsel melalui Dinas Kesehatan (Diskes) telah menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulsel untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) fasilitas kesehatan terkait ambulans laut.

Ketua IDI Sulsel, dr Muhammad Ikhsan Mustari mengatakan, sebagai leading sector penyusunan draft SOP ambulans laut, pihaknya juga menggandeng instansi terkait. Misalnya Dinas Perhubungan (Dishub) soal kelayakan kapal, Dinas Komunikasi dan Informasi terkait pola komunikasi pengelola, dan jajaran pemerintah kabupaten.

“Jadi sementara kita susun draft SOP-nya. Terkait ambulans apung, kita namakan begitu. Kita sementara koordinasi dengan Dishub terkait standar-standar kelautan dan perkapalan juga. Selama ini kan di Indonesia belum ada standar mengenai pelayanan gawat darurat ambulans apung kan,” papar Iksan.

Dia menyebut, penyusunan draft SOP ini sudah mencapai 80 persen. Rencananya, draft tersebut akan diusulkan ke Gubernur Sulsel melalui Biro Hukum untuk dikaji lebih jauh. Jika dinilai matang, kemudian ditetapkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

Iksan yang juga pelaksanan harian (Plh) Kepala Diskes Kesehatan  Sulsel mengaku, sampai SOP ambulans laut ini rampung, fasilitas kesehatan itu belum bisa dioperasikan sementara. Dia berharap, SOP ini nantinya juga bisa menjadi pedoman nasional dalam penanganan kesehatan di kepulauan.

“Menurut saya di IDI seperti itu, karena kendala selama ini terkait ambulans apung seperti itu. Sudah dibeli, tapi belum ada pedoman yang mengikutinya, sehingga penggunaannya tidak ada petunjuk. Makanya dibuatkan untuk jadi pedoman nasional juga nantinya, karena kan belum ada itu di Indonesia,” terangnya. (*)

 

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 5 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami