Amerika Klaim Punya Penangkal Virus Corona

FOTO: AFP AKTIVITAS PASIEN DI RS WUHAN: Seorang pria yang terinfeksi virus corona tengah melakukan aktivitas di rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Muncul kabar direktur rumah sakit setempat wafat yang diyakini akibat epidemi virus mematikan itu.
FOTO: AFP AKTIVITAS PASIEN DI RS WUHAN: Seorang pria yang terinfeksi virus corona tengah melakukan aktivitas di rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Muncul kabar direktur rumah sakit setempat wafat yang diyakini akibat epidemi virus mematikan itu.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

HOUSTON – Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa genetika, mengklaim telah menemukan vaksin untuk mengatasi, wabah virus corona.

Adalah perusahaan bernama Greffex Inc yang berbasis di Houston, Amerika Serikat, yang mengaku telah berhasil merampungkan penangkal virus corona, yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina. Penangkal ini akan diujicobakan pada hewan.

“Yang menjadi tantangan dalam memproduksi vaksin adalah apakah kita mampu membuat vaksin dalam besaran dosis tertentu. Dapatkah diujicoba secepatnya dan efisien, dan dapatkah digunakan kepada pasien?” kata pemilik Greffex Inc, John Price seperti dikutip New York Post.

Menurut laporan Business Journal, vaksin ini adalah produk dari kontrak senilai USD 18,9 juta yang mereka tandatangani sekitar September 2019 lalu. Jika vaksin corona jenis baru ini mendapatkan izin dari pemerintah Negeri Paman Sam tersebut, lanjut Price, pihaknya punya rencana untuk memberikan penangkal yang mereka temukan ini secara cuma-cuma.

Diketahui, virus Corona telah membunuh sekitar 2.250 ribu manusia di seluruh dunia. Kondisi kesehatan yang dipicu oleh infeksi virus COVID-19 ini, punya daya rusak dan daya sebar jauh lebih mengerikan dari SARS.

Selain Greffex Inc, upaya untuk menghadirkan vaksin bagi wabah corona ini, tengah dilakukan banyak pihak. Salah satunya, perusahaan farmasi asal Prancis, Sanofi. Mereka mengklaim memanfaatkan data pengembangan vaksin SARS.

Dengan menggandeng Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA), Sanofi dalam planningnya, menyebutkan bahwa proyek besar ini, akan menggunakan platform DNA rekombinan, untuk menghasilkan vaksin salah satu jenis keluarga virus corona yang dimaksud.(ruf/fin/rh)

  • Dipublish : 24 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami