Amerika Serikat dan Jepang Sewa Pewasat Untuk Evakuasi Warganya di Wuhan

Ilustrasi: Aktivitas di bandara setelah ramai virus korona. (CNN)
Ilustrasi: Aktivitas di bandara setelah ramai virus korona. (CNN)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Terkait dengan wabah virus korona, sejumlah negara mulai mempersiapkan opsi evakuasi warganya di Wuhan. Seperti yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Jepang dengan penerbangan sewa.

Dikutip JawaPos.com dari CNN, Rabu (29/1), sebuah penerbangan menuju California yang disewa oleh Departemen Luar Negeri AS meninggalkan Wuhan pada Rabu (29/1) pagi waktu setempat. Sekitar 240 orang Amerika mungkin dalam penerbangan dari Bandara Internasional Wuhan Tianhe.

“Pesawat berhenti sebentar untuk mengisi bahan bakar di Anchorage, Alaska, sebelum tiba Rabu pagi di Ontario, California,” ujar juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial (DHSS) Alaska, Clinton Bennett.

Sementara di Anchorage, penumpang akan diperiksa oleh pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Pemeriksaan ini dilakukan guna memutuskan apakah mereka cukup sehat untuk melanjutkan ke California.

“Setiap penumpang yang menderita batuk, demam, atau sesak napas di Anchorage akan dinilai lebih lanjut oleh para ahli medis,” kata sebuah rilis berita dari DHSS Alaska.

Akan ada tiga pemeriksaan kesehatan untuk orang-orang dalam penerbangan, menurut Ivar Satero, direktur Bandara Internasional San Francisco. Ketika pesawat itu tiba di California, seorang pejabat mengatakan kepada CNN, nantinya penumpang akan tinggal atau diisolasi antara tiga hari dan dua minggu.tPihak berwenang juga sedang menyiapkan tempat tidur, pengisi daya telepon dan televisi di hanggar yang terisolasi dan tidak aktif di Bandara Internasional Ontario.

“Mereka akan diisolasi dari pesawat. Mereka tidak akan pergi ke tempat-tempat umum di bandara. Mereka tidak akan diekspos kepada masyarakat umum sampai CDC membersihkan mereka untuk melanjutkan perjalanan,” kata Curt Hagman, ketua Dewan Pengawas Kabupaten San Bernardino.

Adapun yang berada dalam pesawat adalah para diplomat AS dan keluarganya serta beberapa warga AS lainnya yang terjebak di sana. Penjemputan diprioritaskan kepada warga AS yang ‘paling berisiko terkena virus korona’ jika mereka tinggal di kota Wuhan.

Masih terkait dengan proses evakuasi warga negara asing dari Tiongkok, khususnya Wuhan, hal yang sama juga dilakukan pemerintah Jepang. Laman Japan Times memberitakan kalau pesawat yang membawa pengungsi Jepang dari Wuhan telah tiba di Tokyo.

Sebuah pesawat carter membawa sekitar 200 warga negara Jepang dari Wuhan. Pesawat tiba di Tokyo Rabu (29/1) pagi waktu setempat.

Petugas medis melakukan pemeriksaan penumpang yang berhasil sampai ke Tokyo diminta untuk tinggal di rumah selama dua minggu untuk proses observasi lanjutan. Namun sejauh ini, seluruh penumpang yang merupakan warga negara Jepang yang berhasil pulang belum ada yang dinyatakan terinfeksi virus korona.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Hingga Selasa (28/1) kemarin, ada sekitar 650 warga negara Jepang yang telah meminta evakuasi dari Wuhan, tempat virus pertama kali diidentifikasi.

“Penerbangan carter kedua untuk warga negara Jepang dapat meninggalkan Jepang sekitar pukul 8 malam, Rabu (29/1),” kata seorang pejabat pemerintah.

Sementara di tanah air, TNI Angkatan Udara (AU) mulai bersiap melakukan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok. Hal ini menyusul maraknya virus korona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto mengatakan, keputusan evakuasi ini dihasilkan setelah rapat bersama dengan Kementerian terkait pada Senin (27/1). Totalnya ada dua pesawat yang disiagakan untuk mengangkut para WNI.

“Iya hasil rapat kemarin, dua hari yang lalu kita rapat dengan Kementerian Polhukam dan Kemenkes, Kemenlu juga, kita sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan 1 C130 Hercules,” kata Fajar saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (29/1).

Kendati demikian, Fajar belum bisa memastikan kapan evakuasi akan dilakukan. Pasalnya butuh diplomasi politik dari Kementerian Luar Negeri kepada pemerintah Tiongkok agar pesawat TNI AU diizinkan masuk ke Wuhan.

“Yang jelas TNI AU siap 24 jam. Doakan saja pemerintah Tiongkok memberi jalan, kalau diberi jalan kita berangkat,” pungkasnya.

Sementara hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengenai kesiapan TNI AU melakukan evakuasi WNI di Tiongkok. Hal tersebut juga terkait kapan TNI AU bisa berangkat ke Tiongkok untuk melakukan evakuasi WNI. (jawapos.com)

  • Dipublish : 29 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami