Anak-Cucu Usaha BUMN Ganggu Iklim Usaha UMKM

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan UMKM agar naik kelas tidaklah mudah. Banyak hambatan yang harus dibenahi, salah satunya anak dan cucu usaha BUMN yang menggangu iklim usaha UMKM.

Direktur UKM Center FEB UI, Nining Soesilo menyampaikan apresiasi kepada Menteri BUMN, Erick Thohir yang menerbitkan beleid Keputusan Menteri (Kepmen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang menyetip pembentukan anak, cucu sampai cicit usaha.

Peraturan tersebut diterbitkan berawal dari dugaan skandal penyelundupan motor mewah Harley Davidson dan sepeda Brompton. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata Garuda memiliki tujuh anak perusahaan dan 19 cucu perusahaan dengan berbagai bidang usaha.

Dengan persaiangan yang tidak sehat itu, menurut Nining, UMKM tdak akan bisa maju maupun berkembang, bahkan tidak bisa bisa merambah global sebagaimana harapan Jokowi.

Nining mencontohkan UMKM sulit bersaing dengan BUMN, yakni bila ada kegiatan, BUMN akan memakai anak usahanya di bidang perhotelan untuk menyediakan akomodasi.

“Banyak UMKM yang mengeluh betap sulitnya persaingan karena campur tangan BUMN,” ujar dia di Jakarta, Kamis (26/12).

Banyak anak dan cicit BUMN yang merambah di berbagai bidang seperti hotel, restoran, makanan. Hal ini tentu saja, membuat UMKM tidak akan berkembang.

Nah, untuk itu perlu ada persaiangan yang fair agar UMKM bisa masuk ke level menengah, bahkan ke depan produk UMKM bisa global. “Jadi saya sangat setuju untuk bubarin anak usaha, cucu usaha BUMN atau dikasih satu perusahaan BUMN saja,” kata dia.

Namun Nining tidak menjelaskan secara detail BUMN mana saja yang dianggap mengganggu iklim UMKM. Yang jelas, kata dia jumlahnya kurang dari 50 persen dari semua BUMN.

Kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan akan meminta agar BUMN tidak mengambil kue terlalu banyak. Sebab UMKM harus juga dapat proyek.

“Kita akan minta supaya perusahaan yang besar jangan ambil semua termasuk BUMN. BUMN jangan ambil semua. Pak Presiden berkali-kali mengatakan kasih untuk UKM,” ujar Teten.

Sebelumnya Jokowi mengaku optimis UMKM akan naik kelas bahkan bisa menguasai pasar global. Hal itu karena saat ini produk UMKM mengalami peningkatan yang pesat.

Kualitas produk UMKM pun tidak alah dengan produk mereka asing. Hal itu berkat bantuan berbagai pihak, seperti Bank Rakyat Indonesia yang mampu melakukan pembinaan secara terintegrasi dengan para pelaku UMKM.

Catatan Jokowi, kontribusi pelaku usaha besar yang melakukan ekspor mencapai 85,6 persen. Sementara sisanya dikuasai pelaku UMKM.

(din/fin)

  • Dipublish : 27 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami