Anak ke Sekolah Lagi, Ini 3 Pilihan Bekal Sehat dan Bernutrisi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Para siswa sudah kembali ke sekolah. Para pelajar kini sudah mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Selama di sekolah agar kesehatan dan nutrisi si anak dapat terkontrol, orang tua perlu membawakan bakal untuk si buah hati. Langkah itu setidaknya untuk mencegah dan terhindar dari Covid-19.

Dokter Spesialis Anak dari RS Universitas Indonesia (RSUI) dr Annisa Rahmania Yulman, Sp.A memberikan tip menyiapkan bekal sekolah praktis dan bergizi seimbang untuk anak.

Dokter Ninis mengingatkan kepada orang tua untuk tetap membimbing anak-anak agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, kebutuhan nutrisi bagi anak juga tidak kalah penting, salah satunya dengan pemenuhan kebutuhan gizi dari bekal makanan ke sekolah.

“Bekal makanan di sekolah sangatlah penting terutama bagi anak-anak yang berada di sekolah saat jadwal makan harian,” kata dr Ninis secara daring dalam seminar bersama RSUI baru-baru ini.

Menurut dia, jadwal makan yang tepat membantu mengontrol rasa lapar, melengkapi kebutuhan energi untuk aktivitasnya, serta meningkatkan konsentrasi anak saat belajar.

Adapun frekuensi makan anak yang disarankan, yaitu 3 kali makan besar dan 2 kali snack atau kudapan. Semua itu dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien. Rasa yang enak, bervariasi, dan tekstur yang tepat juga tak kalah penting.

“Peran orang tua sangatlah penting dalam memotivasi anak untuk membawa bekal dari rumah. Anak juga sebaiknya dilibatkan dalam proses pemilihan maupun persiapan bekalnya,” katanya.

Apa saja komposisinya?

Makanan yang direkomendasikan bagi anak terdiri atas karbohidrat (50-60 persen), lemak (30-45 persen), protein hewani dan nabati (10-20 persen), sayur dan buah yang mengandung serat, vitamin, dan mineral yang tidak terkandung dalam sumber protein; serta jika dibutuhkan bisa ditambah dengan susu yang mengandung kalsium yang baik.

Nutrisi lengkap dan seimbang sudah dapat memenuhi kebutuhan mikronutrien untuk meningkatkan imunitas.

Pastikan Kebersihannya

Sebelum menyiapkan bekal, orang tua jangan lupa untuk melakukan kebersihan tangan. Selain itu, perhatikan pula kondisi penyimpanannya, pastikan suhu penyimpanan sesuai dengan jenis makanannya. Perhatikan label makanan dan tanggal kadaluarsa. Saat menyiapkan makanan, pisahkan wadah dan talenan untuk bahan makanan yang siap makan dengan makanan mentah. Sebaiknya dalam pengemasan bekal, gunakan wadah yang bersekat untuk memisahkan jenis makanan agar tidak tercampur.

“Ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah makan, serta ajarkan anak untuk tidak berkumpul ketika makan,” jelas dr. Ninis.

Lalu apa saja pilihan menunya?

1. Nasi, Lauk, Sayur

Contoh menu bekal yang sehat seperti nasi dengan lauk dan sayur (sayur dapat dipilih dengan kadar air rendah agar tahan lama).

2. Nasi Uduk atau Gado-gado

Nasi uduk dengan telur dan ayam yang ditambahkan potongan sayur segar, dan gado-gado (pisahkan kuah dan sayur), ajarkan anak cara menyiapkan makanan saat sekolah.

3. Snack

Untuk kudapan, dokter Ninis memberi contoh seperti buah-buahan, salad sayur, kudapan basah (bolu, pastel, risoles), dan kudapan kering (biskuit, kue kering). Kudapan sehat penting sebagai bagian dari kebiasaan diet dan keseimbangan kalori dan zat gizi bagi anak. Sebaiknya hindari kudapan yang tinggi kadar lemak, gula dan garam. Sebaiknya kudapan juga dibawa dari rumah mengingat kudapan yang dibeli di luar belum bisa terjamin kebersihannya.

“Kudapan yang aman adalah yang tidak mengandung bahan makanan berbahaya, higienis, dimasak dengan baik, serta tidak berbau tengik dan asam,” tutupnya (jpc/jm)

  • Dipublish : 25 Oktober 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami