Anggaran POP 2020 Akan Dialokasikan untuk Pulsa Guru dan Dosen

Ilustrasi logo Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Ilustrasi logo Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) tahun 2020 akan direalokasikan untuk subsidi pulsa para guru dan dosen. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri juga telah menunda POP hingga 2021.

“Jadi anggaran program POP tahun ini kita dedikasikan untuk guru. Kami umumkan bahwa dana yang digunakan tahun ini akan direalokasi untuk membantu guru dalam bentuk pulsa di masa pembelajaran jarak hauh (PJJ),” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara daring, Kamis (27/8).

Sebagaimana diketahui, anggaran POP untuk tahun ini sebesar Rp 595 miliar. Demikian, alokasi ini diharapkan dapat membantu para guru yang ekonominya terdampak.

“Jadi kami akan merealokasi untuk kebutuhan pulsa dan kebutuhan ekonomi guru yaitu pulsa yang juga dampak ekonominya besar bagi guru,” kata dia.

Adapun, untuk penundaan POP ini merupakan bentuk evaluasi dalam menyempurnakannya. Terdapat tiga hal yang membuat POP ditunda, termasuk untuk kembali menggandeng organisasi masyarakat yang sebelumnya keluar dari program tersebut.

“Kedua, untuk memastikan preparasi di masa Covid ini program itu bisa terjaga dengan baik, memberikan ormas tersebut waktu untuk merencanakan program pelatihan, transformasi sekolahnya di masa covid ini dengan lebih detail,” imbuh Nadiem.

Lalu yang ketiga adalah untuk memastikan dan memberikan jawaban atas kecemasan masyarakat terkait banyaknya ormas lolos yang dianggap tidak kompeten menjalankan POP.

“Misalnya kita harus mengecek dan mereverifikasi apa rekam jejak ormas-ormas masing-masing sekecil apapun kalau dia lulus seleksi harus kita cek dan ricek dan ricek,” tegas dia.

Adapun, anggaran POP ini juga termasuk di dalam subsidi pulsa dan kuota gratis untuk siswa, mahasiswa, guru dan dosen yang memiliki anggaran sebesar Rp 8,9 triliun. (*/jp)

  • Dipublish : 27 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami