Anggota Moge Pukuli TNI, Sahroni: Tindak Tegas, Jangan sok Hebat

Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni menegaskan, arogansi di jalanan adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. Apa pun alasannya dan siapa pun pelakunya. (dok DPR RI)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni menegaskan, arogansi di jalanan adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. Apa pun alasannya dan siapa pun pelakunya. (dok DPR RI)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Baru-baru ini, terjadi kasus penganiayaan yang dialami oleh dua orang anggota TNI oleh pengendara motor gede (moge) dari klub Harley Owners Group (HOG) di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Aksi penganiyaan ini terjadi diduga lantaran teguran dari kedua anggota TNI kepada dua orang pengendara moge yang bermain gas di luar batas wajar.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni menegaskan, arogansi di jalanan adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. Apa pun alasannya dan siapa pun pelakunya.

“Arogansi tidak baik bagi siapapun. Jangan sok hebat, arogan dan main kekerasan di jalan. Mau geng motor besar atau kecil, yang arogan-arogan seperti ini harus ditindak sangat tegas oleh polisi,” ujarnya kepada wartawan, Senin  (2/11).

Sahroni menambahkan, walaupun memang ada pihak yang merupakan petinggi di komunitas moge tersebut, namun sopan santun dalam penggunaan jalan tetap merupakan prioritas utama. Karena ada juga hak pengguna jalan lainnya.

“Sekalipun ada pihak yang merupakan mantan petinggi di dalam Komunitas tersebut, mereka harusnya mengajarkan hal yang baik dalam perjalanan dengan saling santun dan  bersapa kepada semua pihak di jalan,” tambahnya.

Lebih lanjut, legislator asal Tanjung Priok ini juga mngimbau pada para anggota komunitas apapun yang merupakan pengguna jalan untuk menjaga sopan santun di jalan dan menjaga nama baik komunitas.

“Mau apapun komunitasnya, apakah ,moge, sepeda, lari, atau apapun itu, tetap harus menjaga sopan santun. Jaga nama baik klub dan kendaraan. Ini untuk pelajaran bagi semua komunitas dalam era modern ini bahwa kita harus bijak, jangan seenaknya memukuli orang,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 2 November 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami