Angka Kematian Makin Tinggi, Kasus Covid-19 Jakarta Pecah Rekor 2 Kali

Petugas memakamkan jenazah korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Senin (7/9/2020). Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengklaim case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia terus turun. Saat ini tingkat kematian berada di angka 4,1 persen. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Petugas memakamkan jenazah korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Senin (7/9/2020). Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengklaim case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia terus turun. Saat ini tingkat kematian berada di angka 4,1 persen. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – DKI Jakarta akan mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total secara resmi pada 14 September. Pasalnya, jumlah kasus penularan Covid-19 kian tak terkendali, rata-rata seribu kasus per hari.

Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan ruang ICU di Rumah Sakit sudah kritis di angka 83 persen. Sementara itu, data para peneliti dan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) baru-baru ini menyebutkan sebanyak 83 persen tenaga kesehatan ‘burnout’ atau kelelahan. Pasien Covid-19 semakin sulit mendapatkan ruang IGD dan ruang isolasi.

Data yang dihimpun JawaPos.com, Rabu (9/9), DKI Jakarta sempat mengalami 2 kali pecah rekor kasus harian Covid-19 tertinggi dalam 24 jam. Yaitu sejak 2 pekan terakhir atau 27 Agustus 2020, DKI Jakarta pecah rekor kasus positif harian pada tanggal 30 Agustus sebanyak 1.094 kasus. Dan puncaknya pada 3 September sebanyak 1.359 kasus.

Lalu, hingga tanggal 4-5 September kasus sempat melandai di angka 800-an. Tetapi kembali melonjak di atas seribu kasus sejak tanggal 6 September hingga hari ini, Rabu (9/9).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengakui angka kematian kasus Covid-19 di Jakarta juga terus naik dari hari ke hari. Jumlah itu membuat lahan pemakaman di sejumlah TPU menjadi semakin kritis, salah satunya di TPU Pondok Ranggon. Kematian harian di Jakarta rata-rata setiap harinya nomor dua tertinggi secara nasional setelah Jawa Timur.

Berikut rincian kasus kematian akibat Covid-19 yang terjadi di Jakarta. Jumlah ini hanya kasus kematian yang sudah terkonfirmasi positif. Namun belum termasuk untuk mereka yang berstatus suspek atau probable, di mana hasil usap tes PCR-nya masih menunggu atau belum keluar hingga ajal menjemput. (jp)

Jakarta, 27 Agustus
Positif 760 kasus
Kematian 11 jiwa

Jakarta, 28 Agustus
Positif 869 kasus
Kematian 10 jiwa

Jakarta, 29 Agustus
Positif 861 kasus
Kematian 18 jiwa

Jakarta, 30 Agustus
Positif 1.094 kasus
Kematian 9 jiwa

Jakarta, 31 Agustus
Positif 1.049 kasus
Kematian 14 jiwa

Jakarta, 1 September
Positif 901 kasus
Kematian 17 jiwa

Jakarta, 2 September
Positif 1.054 kasus
Kematian 17 jiwa

Jakarta, 3 September
Positif 1.359 kasus
Kematian 15 jiwa

Jakarta, 4 September
Positif 880 kasus
Kematian 6 jiwa

Jakarta, 5 September
Positif 877 kasus
Kematian 13 jiwa

Jakarta, 6 September
Positif 1.176 kasus
Kematian 9 jiwa

Jakarta, 7 September
Positif 1.046 kasus
Kematian 22 jiwa

Jakarta, 8 September
Positif 1.014 kasus
Kematian 21 jiwa

Jakarta, 9 September
Positif 1.004 kasus
Kematian 17 jiwa

  • Dipublish : 10 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami