Angka Kematian Tinggi, Penyakit Ini Lebih Mematikan dari Covid-19

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id—Ancaman Coronovirus Disease 2019 (Covid-19) tetap harus diwaspadai. Meski begitu, data menunjukkan ada lebih dari 10 jenis penyakit yang menjadi penyebab terbesar kematian di Indonesia. Angkanya jauh di atas angka kematian akibat Covid-19.

Dari 1,7 juta kasus kematian di Indonesia pada tahun 2017 silam, peringkat pertama kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung/kardiovaskular (598 ribu pada tahun 2017), diikuti kanker, penyakit pencernaan, diabetaes, penyakit pernafasan, tuberkolosis (TBC), diare, dan lain-lain.

Belum lagi kematian akibat kelahiran, malaria, malnutrisi, HIV/AIDS, hepatistis, demam berdarah dan sebagainya, yang masing-masing sudah melebihi 5.000. Jauh di atas angka kematian akibat Covid-19, saat ini ada 1.959 kasus kematian.

Di dunia pun, datanya tidak jauh berbeda. Angka kematian akibat Covid-19 (kurang dari 400.000 orang), masih jauh di bawah angka kematian akibat penyakit lain. Dari sekitar 56 juta kematian pada 2017, penyebab kemaian tertinggi masih disebabkan oleh penyakit kardio vaskular, kanker, dan penyakit pernafasan.

Penyakit menular seperti tuberkolosis, HIV/AIDS, diare, dan hepatitis masih melebihi 100.000, jauh di atas angka kematian akibat korona yang hanya kurang dari 400.000 orang.

Sementara itu kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan perawatan intensif, termasuk untuk perawatan menjelang dan pasca kelahiran, penyembuhan penyakit, perawatan tertentu, dan kecelakaan, di Indonesia bukan tanpa batas.

Data OECD menunjukkan, kapasitas tempat tidur yang tersedia untuk perawatan intensif di Indonesia hanya sebanyak 1,2 tempat tidur per 1.000 orang. Meskipun masih di atas India, 0,6 tempat tidur per 1.000 orang, namun masih di bawah Singapura, 1,7 tempat tidur, dan jauh di bawah Jepang dengan 7,8 tempat tidur per 1.000 orang. Datanya mungkin bisa lebih mengkhawatirkan lagi, jika jumlah tenaga kesehatan dan kelengkapan peralatan medis ikut diperbandingkan.

Dengan mengacu kepada data tersebut, perlu berapa banyak kapasitas rumah sakit yang perlu disediakan bagi para penderita Covid-19? Berapa banyak lagi tenaga medis dan dana yang harus dikerahkan untuk memerangi Covid-19? Sementara itu banyak penyakit menular maupun tidak menular yang lebih banyak menyebabkan kematian. Belum lagi ‘penyakit non-medis’ yang jauh lebih merusak karena kebodohan dan kemiskinan.

Sementara itu, pemerintah pusat kemarin kembali meng-update data kasus Covid-19 di Indonesia. Bagaimana di Sulawesi Utara? Rabu sore (9/6) Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Pusat yang mengumumkan, Sulut ketambahan 19 kasus positif, dikoreksi Gugus Tugas Pemprov Sulut, pasalnya kemarin Sulut bertambah 18 kasus positif Covid-19.

Disampaikan Juru Bicara dr Steaven Dandel, pihak sudah melakukan verifikasi, jumlah yang tepat adalah 18 kasus baru.

“Ada satu kasus yang sudah dilaporkan cukup lama, kurang lebih dua bulan lalu, tapi hasilnya masih positif sampai sekarang. Sehingga kemudian dilaporkan ke dalam sistem gugus tugas pusat sebagai kasus baru. Oleh karenanya perlu diklarifikasi kembali. Kami mohon maaf atas langkah-langkah kehati-hatian yang harus kami tempuh, supaya data yang dipublish betul-betul valid,” jelas Dandel.

Kepala Bidang P2P Dinkes Sulut ini melanjutkan, sampai saat ini total akumulasi kasus positif di bumi Nyiur Melambai sebanyak 545 kasus.

Untuk Indonesia sendiri, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memaparkan, penambahan kasus positif Covid-19, atau virus corona pada kemarin mencapai 1.241 sehingga totalnya 34.316.

Yurianto mengungkapkan bahwa, dari penambahan ini, setidaknya ada lima provinsi di Indonesia yang paling tinggi melaporkan penambahan kasus positif virus SARS-CoV-2. Kelima provinsi paling tinggi berdasarkan urutan yakni, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah.

“Kalau kemudian dirinci positif maka didapatkan penambahan di lima provinsi, Jatim melaporkan 273 kasus positif dan, 97 sembuh, Sulsel 189 kasus positif dan 53 sembuh, 157 kasus positif di DKI dan 146 sembuh, Jateng 139 kasus baru dan sembuh 118 lalu, Kalteng 127 positif dan 10 sembuh,” kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta, Rabu (10/6).

Dari data terbaru yang diumumkan, pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 1.241 orang per hari ini. Sehingga totalnya menjadi 34.316. Sementara jumlah pasien sembuh mengalami penambahan sebanyak 715 orang, sehingga totalnya menjadi 12.129 orang. Untuk pasien meninggal dunia juga bertambah sebanyak 36 orang, sehingga totalnya menjadi 1.959 orang.(gnr)

PENYAKIT PALING BERBAHAYA:

PENYEBAB KEMATIAN  DI INDONESIA, 2017:

  1. Penyakit kardiovaskuler (jantung, stroke, dll): 597.995 kasus
  2. Kanker 198.853 kasus
  3. Penyakit pencernaan 121.488 kasus
  4. Diabetes 97.005 kasus
  5. Penyakit pernapasan 96.316 kasus
  6. TBC 82.219 kasus
  7. Penyakit liver 82.145 kasus
  8. Diare 68.626 kasus
  9. Demensia 47.869 kasus
  10. Infeksi saluran pernapasan bawah 43.764 kasus

 

PENYEBAB KEMATIAN DI DUNIA, 2017:

  1. Penyakit kardiovaskuler (jantung, stroke, dll) 17,79 juta kasus
  2. Kanker 9,56 juta kasus
  3. Penyakit pernapasan 3,91 juta kasus
  4. Infeksi saluran pernapasan bawah 2,56 juta kasus
  5. Demensia 2,51 juta kasus
  6. Penyakit pencernaan 2,38 juta kasus
  7. Gangguan neonatal 1,78 juta kasus
  8. Penyakit diaer 1,57 juta kasus
  9. Diabetes 1,37 juta kasus
  10. Penyakit Liver 1,32 juta kasus

*Sumber: IHME, Global Burden of Disease OurWorldInData.org/cause-of-death

  • Dipublish : 11 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami