Anies Belum Bisa Bebaskan lahan Normalisasi Ciliwung, Basuki Hadimuljono Kecewa

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Raka Denny/Jawa Pos)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Raka Denny/Jawa Pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan kekecewaannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang belum bisa membebaskan lahan untuk normalisasi sungai Ciliwung. Akibatnya, banjir parah melanda wilayah ibu kota hari ini, Rabu (1/1).

“Mohon maaf Bapak Gubernur, selama dalam penyusuran Kali Ciliwung, nyata. Kali Ciliwung yang sepanjang 33 kilometer yang sudah ditangani normalisasi 16 kilometer,” kata Basuki di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1).

Basuki menyebut, wilayah yang kalinya sudah dinormalisasi tidak terkena luapan banjir. Oleh karena itu, dia menilai harus ada ketegasan dari Anies ke depan untuk menyelesaikan normalisasi Kali Ciliwung.

Bahkan kalau perlu, dilakukan normalisasi sungai Pesanggrahan, maupun pembuatan sodetan sungai Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT). Basuki menyebut, saat ini Anies sudah mulai membebaskan lahan, namun belum rampung seluruhnya.

“Karena 1,2 Km, 600 meter sudah kamikerjakan. Kami menunggu sekarang kesepakatan dengan masyarakat. Alhamdulillah menurut Beliau (Anies) tadi, masyarakat sudah diskusi dan Insya Allah bisa menerima itu, mudah-mudahan bisa kita tangani,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Basuki menyampaikan kementeriannya juga tengah mengejar pembangunan bendungan Ciawi dan Sukamahi. Pembebasan lahan untuk proyek tersebut sudah hampir 95 persen. Dia menargetkan, pembangunan bendungan tersesbut bisa rampung pada tahun ini.

“Mudah-mudahan dengan beberapa program itu, akan mengurangi atau menambah kesiapsiagaan kita menghadapi musim-musim hujan berikutnya yang mungkin akan menjadi lebih besar dari apa yang sudah kita rasakan hari-hari ini, menurut ramalan BMKG,” jelasnya.

Anies Salahkan Hulu

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak sepakat apabila normalisasi sungai dianggap pengebab utama banjir. Baginya, pengelolaan air dari hulu menjadi kunci menyelesaikan banjir di ibu kota.

“Selama air dibiarkan dari selatan masuk ke Jakarta dan tidak ada pengendalian dari selatan, maka apa pun yang kita lakukan di pesisir termasuk di Jakarta tidak akan bisa mengendalikan airnya,” kata Anies.

Sebagai contoh, Anies mengungkit peristiwa banjir di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Maret 2019. Wilayah tersebut menurutnya, sudah dilewati oleh normalisasi sungai. Namun, tak begitu saja menghilangkan banjir di lokasi tersebut.

“Kita bersyukur bahwa sekarang Kementerian PUPR sedang menyelesaikan dua bendungan. Dan kalau dua bendungan itu selesai, maka volume air yang masuk ke pesisir bisa dikendalikan,” tambahnya.

“Tapi, selama kita membiarkan air mengalir begitu saja. Selebar apapun sungainya, maka volume air itu akan luar biasa. Karena makin banyak kawasan yang digunakan untuk perumahan. Sehingga air pun mengalir ke sungai,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 2 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami