Anies Imbau Warga Jakarta Wajib Pakai Masker Saat Naik Trans Jakarta

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga Jakarta agar wajib mengenakan masker jika bepergian dengan moda transportasi publik Jakarta.

“Mulai hari ini Senin 6 April 2020, seluruh moda transportasi publik Jakarta mensosialisasikan aturan wajib pakai masker. Penegakan aturan secara ketat mulai 12 April 2020, hanya penumpang yang memakai masker yang boleh naik TransJakarta, MRT, LRT, kereta commuter dan kereta bandara,” ujar Anies lewat rilisnya, Senin (6/4).

Anies mengatakan, bukan masker medis namun masker kain yang dijahit. “Jangan pakai masker bedah/medis, itu sangat diperlukan tenaga kesehatan. Cukup pakai masker kain minimal 3 lapis, atau dua lapis yg di dalamnya diselipkan tisu.” Ujar Anies.

“Masker kain murah dan mudah, bisa dibuat sendiri dengan bahan-bahan di rumah atau bantu UMKM lokal dengan membeli masker kain darinya secara daring. Beli beberapa banyak untuk dipakai-cuci bergantian. Bila punya masker kain berlebih bagikan ke mereka yang belum memakai di sekitarmu.” Pungkasnya.

Imbauan Anies ini selaras dengan pernyataan juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto. Ia mengatakan program ‘masker untuk semua’ per 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Semua harus menggunakan masker. Masker bedah dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Gunakan masker kain, Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala didapatkan di luar,” ujar Yuri pada konferensi pers, Minggu (5/4/2020).

Yuri mengatakan masyarakat harus menggunakan masker kain jika hendak keluar rumah dan ia menganjurkan penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 jam lalu kemudian harus di cuci dengan sabun.

Sebelumnya, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan, ada kemungkinan virus corona bisa terjangkit melalui udara saat dua orang melakukan percakapan. WHO akhirnya merekomendasikan penggunaan masker meskipun dalam keadaan sehat.

“Kita harus prioritaskan masker respirator bedah medis untuk pekerja garis depan kita. Tetapi masker lain untuk penutup mulut dan mencegah batuk atau bersin terhadap orang lain, itu ide yang bagus,” ujar Dr. Mike Ryan, pakar darurat WHO, dalam konferensi persnya. (dal/fin).

  • Dipublish : 6 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami