Antisipasi Virus Corona, Hotline Tanggap Darurat Covid-19 Provinsi dan Kota Susah Dihubungi

Ilustrasi (FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK)
Ilustrasi (FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id, MAKASSAR,- Hotline Tanggap Darurat Covid-19 Yakni Call Darurat 112 Dan Hotline Dinas Kesehatan Kota Makassar 085255875751, dan Provinsi Sulsel 085299354451 , 081244244473, 085242 088 868, Tidak Merespon Panggilan Atau Susah Dihubungi,Rabu (18/3). Padahal Seorang Warga Tengah Berupaya Untuk Mendapatkan Layanana Pemeriksaan Kesehatan Di Rumah Sakit.

Hotline pertanyaan seputar Covid-19 Dinkes SulSel

 

Hotline Dinkes Kota Makassar

 

Seorang warga yang tidak ingin dipublikasi namanya inisial DA Datang Ke Rs Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Sekira Pukul 15:00 wita Karena Sadar Akan Bahaya Covid-19 Atau Virus Corona. DA Berniat Memeriksakan Diri Sesuai Anjuran Pemerintah Untuk Mendatangi Layanan Rumah Sakit, Setelah Menghubungi Beberapa Kontak Yang Tertera Baik Hotline Maupun Nomor Pribadi Ketua Tim Kesiapsiagaan Pandemis RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar Tidak Ada Respon.

Tak Hanya Itu Selain Di Arahkan Ke Berbagai Tempat Yakni IGD, Ke Pemeriksaan Paru, Diketahui Pihak Rumah Sakit Yang Ditemui Meminta Biaya Pemeriksaan Yakni Untuk Pagi Hari Sebesar 400 Ribu Rupiah dan Untuk Sore Hari Sebesar 500 Ribu Rupiah, Sekaligus Dinyatakan Jika Pemeriksaan Gejala Corona Tidak Gratis, Alias Berbayar.

 

Pemeriksaan Gejala Corona Berbayar Rp.500 Ribu

Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah T Azikin Yang Dikonfirmasi Tim Liputan FAJAR Televisi Via Pesan WA Menyatakan Jika Pemerintah Menyiapkan Beberapa Rumah Sakit Rujukan, Yakni RS Tajuddin Khalik, RS Pelamonia, RS Labuang Baji dan RS Wahidin Sudiro Husodo.

Fakta Dilapangan, yang dialami Warga Yakni DA Dengan Sadar Berharap Segera Mendapatkan Pemriksaan Kesehatan Sesuai Dengan Instruksi Pemerintah Mengaku Proses Memperoleh Layanan Sangat Ribet, Yakni Harus Mendapat Rujukan Terlebih Dahulu, dan Biaya Gratis Hanya Berlaku Bagi Pasien Positif Corona, Atau Segala Biaya Ditanggung Pemerintah Setelah Dinyatakan Positif.

Jika Demikian, Seharusnya Pemerintah Provinsi atau Kota Memberikan Penyampaian Secara Resmi Sistematika Memperoleh Layanan Rumah Sakit Terkait Pemriksaan Corona Di Sulsel.
Saat Diwawancara, DA Mengaku Telah Melakukan Kontak Dengan Tiga Orang Warga Negara Asing Asal Korea Pada 6 Maret 2020 Lalu, Kemudian Merasakan Gejala Demam, Batuk Dan Flu. Kemudian Memeriksakan Diri Ke Puskesmas Terdekat Dan Diberi Obat Demam dan Batuk.

Namun Hingga 18 Maret Batuk Tak Kunjung Sembuh, Sehingga Berinisiatif datang Ke RS Wahidin Sudiro Husoado Makassar, Sayangnya Karena Kaget Pemeriksaan Ternyata Berbayar DA Pun Memilih Pulang Ke Rumah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Maupun Pemerintah Kota Makassar Perlu Mengambil Langkah Memberi Apresiasi Bagi Warga Mereka Yang Dengan Sadar Datang Ke Rumah Sakit Untuk Memeriksakan Diri Dengan Memberi Akses Seluas Luasnya. (stm/jm)

  • Dipublish : 18 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami